Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Monday, October 5, 2020

ILMU CARI REJEKI

BEGINI CARA BISNIS KULINER BERTAHAN DI MASA RESESI!!
Oktober ini berarti sudah 7 bulan pandemi mendera, entah sudah berapa kawan yang curhat atau saya lihat sendiri kondisinya begitu sulitnya untuk bangkit. Pilihan mereka yang dulu tutup sementara, berubah jadi tutup selamanya. 

❌ Yang mengandalkan pasar mahasiswa ketika kampus ditutup langsung omzet tinggal 20% saja.

 ❌ Yang punya banyak cabang, gak semua cabangnya untung, subsidi silang sampai kapan bisa bertahan?

❌ Jumlah karyawan yang banyak, pilihan efisiensi dirumahkan atau dipertahankan tapi menggerus dana cadangan.

❌ Buka di mall, satu cabang modal investor 1-2 milyar, penjualan sangat ngedrop, sewa tempat bulanan pun tak terbayar, investor juga gak sabar. 

❌ Buntu dengan cara jualan yang sama, padahal kondisi pasar berbeda. Mau inovasi tapi seperti kehabisan energi. 

❌ Utang menumpuk di supplier, menunda pembayaran tapi duitnya kepake yang lainnya, kasihan kan suppliernya. Jadi efek berantai jadinya.

❌ Utang modal bank yang paling bikin pusing, bunga tetap jalan, keringanan hanya bayar mundur ke belakang, tidak mengurangi beban bunga dan pokok utang. 

Daan masih banyak sebab lain yang kalian akan temui, baik di bisnismu sendiri atau di bisnis kawan yang kamu kenal. 

✅ Semua pemilik bisnis pasti punya jurus juga untuk bertahan, apalagi di usaha kuliner ini. Mengelolanya harus dengan hati yang adem, pikiran yang tenang. Mengambil keputusan dalam kondisi gak tenang malah hasilnya tambah gak karu-karuan. 

Ini jurus saya bertahan di masa pandemi ini, walau resesi menghadang pokoknya tetap jualan. Alhamdulillah sejak bulan Maret awal corona masuk, sampai hari ini kami tidak pernah tutup kecuali libur di hari raya. 

Silahkan dicontoh jika ada ilmu yang didapatkan. 

✔️Saya sejak awal mendirikan Tengkleng Hohah 5 tahun lalu saya berkomitmen tanpa modal utang dan riba. Saya pakai 90% barang bekas, dari meja, kursi, hingga piring dan alat masak, tempatpun hanya sewa. Jadi walau omzet sedang turun tidak pernah dipusingkan dengan cicilan dan tagihan. Wolessss saja! 

✔️ Saya jadikan karyawan sebagai teman kerja, bukan bawahan. Selain gaji ada bonus omzet yang dibagi bersama. Yang sholatnya rajin dapat bonus khusus, tiap awal bulan ada yang diundi dapat bonus beruntung, seperti arisan tanpa bayar iuran.  Jika butuh dana darurat boleh kasbon dengan aturan yang dibuat. 

✔️ Menjaga hubungan dengan semua supplier, ada 20 lebih jumlahnya. Kami pantang menumpuk utang, yang bisa dibayar cash langsung hari itu diselesaikan, yang H+1 tertib dibayarkan, yang mundur beberapa hari semua tepat waktu diselesaikan. Tidak ada utang bahan baku yang mandeg berbulan-bulan.

✔️ Tertib semua keuangan, antara kasir dan manager saling memantau keuangan, tiap jam 9 malam dilaporkan di group WA, jadi semua saling kroscek, jika ada yang selisih langsung dicari dan dikoreksi. Tiap malam juga uang tabungan sewa, gaji, THR, kami sisihkan dalam bentuk prosentase langsung dimasukkan amplop dan dipisahkan dari keuangan yang muter harian. 

✔️ Promosi tetap kami rutinkan di sosial media, walau hanya 50.000/hari plus kena PPN 10% jadi 55.000, untuk menjangkau 3000-5000 konsumen yang ada di Jogja, ini bagian dari menjaga eksistensi, bahwa kami masih hidup lho! Kami tetap jualan lho! Dan pasti ada diantara mereka yang kangen terus datang lagi. 

✔️ Standarisasi masakan, dibuat SOP agar 3 koki bisa masaknya sama, tidak ada rasa yang berubah. jika ada yang kecewa kami ganti baru pada konsumen yang komplain. Bahkan nasi putih di warung kami cukup bayar sekali boleh nambah lagi sesuai kapasitas perut masing-masing. Boros beras? Gak masalah.. agar semua kebagian rezekinya. 

✔️Kami tau diri tidak buru-buru buka banyak cabang. Potensi untung ada, tapi potensi buntung juga bakal bikin sesek dada. Apalagi jika ada dana investor, dia gak terima, dianggap lalai, bakal putus hubungan kawan dan saudara. Kami memilih fokus di satu tempat tapi tiap hari diburu para pelancong yang datang di Jogja.

✔️ Inovasi penjualan, mereka yang pernah makan Tengkleng Hohah di Jogja tapi tinggal di luar kota, sudah bisa pesan online di https://pesanhohah.com, kuat perjalanan 3 hari, tinggal dipanaskan di kota masing-masing, dari Medan hingga Makassar bisa melayani. 

✔️ Dorong dengan sedekah, kami yakin bisnis bukan hanya soal mencari materi tapi juga harus berbagi, tiap bulan dari hasil penjualan ada yang kami sisihkan untuk kami transfer rekening panti-panti asuhan, untuk biaya mereka makan. 

Hanya itu kok ilmunya. Jika ada yang mau menyontoh monggooo... 🤗😊👍 

Tulisan oleh : mas Saptuari | Tengkleng Hohah Jogja

Tuesday, February 18, 2020

SORGA BUKAN CERITA DI INDONESIA

SORGA BUKAN CERITA DI INDONESIA
(dr. Ratna Hendardji)
Musim dingin, ketika salju turun, di Eropa atau Amerika Utara, suhu bisa mencapai minus 40 derajat celsius. Artinya, kulkasmu masih lebih hangat.
Itulah saat semua tetumbuhan "mati", kecuali pohon cemara. Itulah saatnya darahmu bisa berhenti menjadi es ketika kamu keluar rumah tanpa pakaian khusus.
Musim salju adalah ketika manusia bertahan hidup dan beraktivitas yang mungkin, tanpa bisa berjalan jika tak ada bantuan peralatan dan teknologi.Tanpa itu, mati kedinginan. Dan ada satu periode di mana salju berbentuk badai. Badai salju.Terbayang apa yang bisa dilakukan selain bertahan hidup di ruangan berpemanas.
Padang pasir. Begitu keringnya sampai sampai manusia yang berdiam di sana membayangkan sungai sungai yang mengalir sebagai surga.
Hanya ada beberapa jenis pohon yang bisa hidup dalam suhu bisa di atas 40 derajat celcius. Keringatmu bisa langsung menguap bersama cairan tubuhmu. Dan keberadaan air adalah persolan hidup mati. Sungguh bukan minyak.
Saya sungguh tidak mengerti ketika ada orang yang masih belum percaya bahwa Indonesia itu serpihan sorga.
Cobalah kamu bercelana pendek, pakai kaos dan sandal jepit jalan-jalan di Kanada ketika musim dingin. Atau jalan jalan di padang pasir. Dijamin mati.
Di sini, di negaramu, kapan saja, mau siang mau malam kamu bisa jalan-jalan kaosan tanpa alas kaki. Mau hujan mau panas, selamat.
Di Eropa Amerika paling banter kamu akan ketemu buah-buahan yang sering kamu pamer-pamerin. Apel, anggur, sunkist, pear (pir) dan semacamnya.
Di Timur tengah paling kamu ketemu kurma, kismis, kacang arab, buah zaitun, buah tin.
Di Indonesia, kamu tak akan sanggup menyebut semua jenis buah dan sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan, bunga-bunga, rempah-rempah, saking banyaknya.
Di Amerika Eropa, kamu akan ketemu makanan lagi lagi sandwich, hot dog, hamburger. Itu itu saja yang divariasi. Paling banter steak, es krim, keju.
Di Timur tengah?. Roti. Daging dan daging.
Di Indonesia? Dari Sabang sampai Merauke, mungkin ada ratusan ribu varian makanan. Ada puluhan jenis soto, varian sambal, olahan daging, ikan dan ayam tak terhitung macamnya. Setiap wilayah ada jenisnya. Kue basah kue kering ada ribuan jenis. Varian bakso saja sudah sedemikian banyak. Belum lagi singkong, ketan, gula, kelapa bisa menjadi puluhan jenis nama makanan.
Dan tepian jalan dari Sabang sampai Merauke adalah garis penjual makanan terpanjang di dunia. Saya tidak berhasil menghitung penjual makanan bahkan hanya dari Kemayoran ke Cempaka Putih.
Di Indonesia, kamu bebas mendengar pengajian, sholawatan, dang dut koplo, konser rock, jazz, gamelan dan ecrek-ecrek orang ngamen. Di Eropa Amerika Timur tengah, belum tentu kamu bisa menikmati kecuali pakai head set.
Saya ingin menulis betapa surganya Indonesia dari segala sisi. Hasil buminya, cuacanya, orang-orangnya yang cerdas-cerdas, kreatif dan bersahabat, budayanya, toleransinya, guyonannya, keindahan tempat-tempat wisatanya dan seterusnya. Saya tidak mungkin mampu menulis itu semua meskipun jika air laut menjadi tintanya.
Saking tak terhingganya kenikmatan anugerah Allah SWT pada bangsa Indonesia.
Indonesia ini negara kesayangan Tuhan.
Kamu tidak bisa mensyukuri itu semua?Jiwamu sudah mati.
Pesan :
Janganlah sorga kita ini kita hancurkan hanya karena syahwat berkuasa dan keserakahan ketamakan tiada batas.
Janganlah kehangatan persaudaraan yang dicontohkan oleh embah kakek opung kita dihancurkan hanya karena kita merasa paling benar dan paling pintar.
Tuhan hanya mensyaratkan kamu semua bersyukur agar sorga ini tidak jadi neraka. Bahkan andai kamu sering bersyukur maka nikmat-nikmat itu akan ditambah.
Bersyukur itu di antaranya, tidak merusak apa-apa yang sudah baik. Baik alam lingkungan, sistem nilai, budaya asli dan semacamnya.
Jika kita merusak alam, alam akan berproses membuat keseimbangan/keadilan
Politik, berjangka pendek jangan sampai merubah sorga ini jadi neraka. Jangan berkelahi.
Pandai-pandailah menahan diri seperti orang berpuasa. Jangan jadi pengikut orang-orang yang haus kekuasaan dan ketamakan luar biasa.
original post by : Okky Dhana

Sunday, December 15, 2019

BERSAHABAT DENGAN KEADAAN

Pada suatu ketika ada seorg eksekutif muda sedang berlibur di sebuah pedesaan yg asri dan tenang. Pagi2 dia bangun dan pergi berjalan utk mencari keringat.
Setelah sekitar 1 jam berjalan dia mampir disebuah kedai utk melepas dahaganya.
Kedai tsb ramai sekali. Gelak tawa membahana. Di dalam kedai tampak seorang tua menggunakan kaos yg sdh bolong dikelilingi teman2nya.
Penasaran ingin mengetahui, dia mendengarkan cerita si kakek tsb.
Rupanya kakek tsb sdg menceritakan kesialannya yg terjadi kemarin hari. Misalnya: Dia terjerembab jatuh akibat terpeleset tahi kerbau lah. Istrinya yg marah2 akibat dia sering lupa dll.
Ada sekitar 15 menit dia menikmati lelucon2 kehidupan si kakek yg benar2 lucu sebelum akhirnya si kakek pun pamit. Segera eksekutif muda tsb mengejarnya.
"Kek, Kek apa rahasianya sih kok kakek bisa hidup senang padahal begitu banyak kemalangan yg terjadi dlalam hidup kakek?
Si kakek menghentikan langkah dan memperhatikan pemuda tsb: "Nak kamu betul mau tau? Yuk ikut kakek melihat danau indah yg ada di atas bukit sana. Naik deh ke gerobak!"
Mereka pun pergilah.
Ditengah perjalanan si Eksekutif muda tsb minta gerobak dihentikan. "Stop2! saya tdk tahan kek. Perut saya keram terguncang2 akibat jalanan berbatu ini dan saya hrs pegangan keras agar tdk terlempar jatuh."
"Nak, coba jangan ditegangkan tubuh dan otot perutnya. Lemaskan! Ikuti goyangan gerobak ini." Kata si kakek.
Singkat cerita merekapin akhirnya tiba di danau yg indah tsb. "Kakek benar ketika kita melemaskan badan dan otot perut, mengikuti goyangan kereta, maka kita menikmati perjalanan kita tanpa sakit."
Kakek: "Nah itulah jawabannya atas pertanyaan kamu yg awal. Jikalau perjalanan hidup kita memasuki jalanan berbatu, ikuti goyangannya jgn melawan dan nikmatilah. Dengan begitu kita tdk sakit."

"Every adversity, every failure, every heartache carries with it the seed on an equal or greater benefit." Napoleon Hill.

Sunday, November 24, 2019

PAHLAWAN MASA KINI

KNOWLEDGE

KNOWLEDGE ALREADY AROUND US.
BUT IF YOU DONT DO ANYTHING, YOUR BRAIN STILL EMPTY

"Ilmu pengetahuan sudah ada di sekitar kita. Tapi jika kamu tidak melakukan apapun, otakmu tetap saja kosong"

PIDATO MAS MENTERI | HARI GURU 2019

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Wednesday, March 6, 2019

SANTAI SAJA

Kalau hari2mu selalu saja menjadi objek sindiran, ejekan dan nyinyiran, maka berbahagialah, itu pertanda bahwa hidupmu spesial.

Lihatlah para pemain sepakbola, yg banyak komentar adalah mrk yg nasib hidupnya cuma jd penonton.

Begitupun Jokowi Prabowo, yg heboh adalah orang2 awam yg lemah, yg tak punya pengaruh apapun, mrk itu yg paling gaduh di fesbuk.

Nasib penonton memang demikian, kebahagiaan mrk selalu sibuk teriak2, tapi tak berpengaruh apa2 pd permainan di lapangan.

Dan kamu, teruslah fokus ke permainanmu, perbaiki terus level prosesmu, sampai kelak penonton2mu hanya bisa menatap dr jauh, sayup2, dan tak ada sedikitpun perubahan hidup mrk, sampai peluit pertandingan habis cuma bisa mencemooh saja.

Selamat berproses para player, dunia menunggu permainan cantik kalian.

\M/

Thursday, November 15, 2018

NASIHAT ORANGTUA

*KISAH INSPIRATIF*
NASIHAT ORANGTUA

Ada seorang anak yang mulai tidak betah  tinggal di rumahnya sendiri. Dia kesak karena ayah ibunya selalu ngomel. Dia tak suka bila ayahnya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini..

"Nak,  kalau keluar kamar matikan kipas anginnya."

“Matikan TV, jangan biarkan hidup tapi tak ada yang menonton

“Simpan pena di tempatnya,  yang jatuh ke kolong meja ”

Tiap hari dia harus ta'at pada hal-hal ini sejak kecil, saat bersama keluarga di rumah.

Maka tibalah hari ini, saat dia menerima panggilan untuk wawancara kerja...

“Dalam hati dia berkata: "Begitu  mendapat pekerjaan, saya akan sewa rumah sendiri. Tak akan ada lagi omelan ibu ayah," begitu pikirnya.

Ketika hendak pergi untuk interview, ayahnya berpesan:
“Nak, jawablah pertanyaan yang diajukan tanpa ragu-ragu. Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, katakan sejujurnya dengan percaya diri.. ”

Ayahnya memberinya uang lebih banyak dari ongkos yang dibutuhkan untuk menghadiri wawancara..

Setiba di pusat wawancara, diperhatikannya bahwa tidak ada penjaga keamanan di pintu gerbang. Meskipun pintunya terbuka, gerendelnya menonjol keluar, dan bisa membuat yang lewat pintu itu menabrak atau bajunya tersangkut grendel

Dia geser gerendel ke posisi yang benar, menutup pintu dan masuk menuju kantor.

Di kedua sisi jalan dia lihat tanaman bunga yang indah. Tapi ada air mengalir dari selang dan tak ada seorang pun disekitar situ. Air meluap ke jalan setapak.

Diangkatnya selang dan diletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melanjutkan kembali langkahnya.

Tak ada seorang pun di area resepsionis. Namun, ada petunjuk bahwa wawancara di lantai dua. . Dia perlahan menaiki tangga.

Lampu yang dinyalakan semalam masih menyala, padahal sudah pukul 10 pagi. Peringatan ayahnya terngiang di telinganya: "Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu!" Dia merasa agak jengkel oleh pikiran itu, namun dia tetap mencari saklar dan mematikan lampu.

Di lantai atas di aula besar dia lihat banyak calon duduk menunggu giliran.

Melihat banyaknya pelamar, dia bertanya-tanya, apakah masih ada peluang baginya untuk diterima?

Diapun menuju aula dengan sedikit gentar dan menginjak karpet dekat pintu bertuliskan "Selamat Datang" .

Diperhatikannya bahwa karpet itu terbalik. Spontan saja dia betulkan, walau dengan sedikit kesal.

Dilihatnya di beberapa baris di depan banyak yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong,

Terdengar suara kipas angin, Dimatikanya kipas yang tidak dimanfaatkan dan duduk di salah satu kursi yang kosong..

Banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain. Sehingga tak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.

Tibalah gilirannya, Dia masuk dan berdiri di hadapan pewawancara dengan agak gemetar dan pesimis..

Sesampainya di depan meja,  pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya langsung berkata "Kapan Anda bisa mulai bekerja?"

Dia terkejut dan berpikir, "apakah ini pertanyaan jebakan, atau tanda bahwa telah diterima untuk bekerja disitu?"
Dia bingung.

Apa yang Anda pikirkan?" tanya sang boss lalu melanjutkan: "Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini. Sebab hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, kami tak akan dapat menilai siapa pun. Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut.. Kami melakukan tes tertentu berdasarkan sikap para calon..

Kami mengamati setiap orang melalui CCTV, apa saja yg dilakukannya ketika melihat  gerendel di pintu, selang air yang mengalir, keset "selamat datang", kipas atau lampu yang tak perlu..

Anda satu-satunya yang melakukan. Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda ”

Hatinya terharu, dia ingat ayahnya.. Dia yg selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan ibu ayahnya. Kini dia  menyadari bahwa justru omelan dan disiplin yg ditanamkan orangtuanyalah yang membuatnya diterima pada perusahaan yang diinginkannya..Kekesalan dan kemarahannya pada ayahnya seketika sirna..

"....hanya Anda satu-satunya yang melakukan apa yang kami harapkan dari seorang manajer, maka kami putuskan menerima Anda bekerja disini......."

Ayah, ma'afkan anakmu,  bisiknya dalam hati penuh rasa haru dan bersyukur.

Dia akan minta maaf kpd ayahnya, dia akan ajak ayahnya melihat tempat kerjanya..
Dia pulang ke rumah dengan bahagia..

*"Every good things, always makenanother good things"*

#copas

Wednesday, September 19, 2018

REJEKI ITU MUTLAK MILIK ALLAH SWT

Serasa  ditampar  😢😢😢

"Saya nggak mau jadi ibu rumah tangga saja. Kalau suami meninggal atau kita bercerai, gimana? Siapa yang kasih makan saya dan anak-anak? Istri itu harus mandiri finansial supaya bisa punya uang untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan suami."

Seketika, kalimat itu buyar kala saya berhadapan dengan seorang wanita berusia 47 tahun yang datang ke rumah saya untuk mengisi pengajian.

Wanita bersahaja itu datang jauh-jauh, cukup jauh dari komplek perumahan tempat tinggal saya, untuk memberi pengajian secara gratis. Ingat, gratis lho.... Nggak ada bayaran sepeser pun kecuali sajian makan siang yang saya berikan. Dia datang untuk menggantikan guru ngaji saya yang berhalangan.

Sambil menunggu teman-teman lain, kami ngobrol-ngobrol.

"Coba tebak, anak saya berapa, Bu?" tanyanya, ketika kami sedang ngobrol soal anak-anak.

Saya sedikit mengeluhkan kondisi rumah yang berantakan karena anak-anak nggak bisa diam, lalu dia memaklumkan.

Namanya juga anak-anak. Dia sudah berpengalaman karena anaknya lebih banyak dari saya.

"Ehm... empat?" (pikir saya, paling-paling cuma selisih satu).

"Masih jauh...."
"Tujuh...."

"Kurang... yang benar, delapan."

Mata saya membelalak. Masya Allah! DELAPAN?!

"Itu masih kurang, Bu. Ustadzah Fulanah Rahimahallaah saja anaknya 13. Jadi, saya ini belum ada apa-apanya," katanya, merendah.

Setelah itu, mengalirlah cerita-ceritanya mengenai anak-anaknya sampai teman-teman saya datang dan acara mengaji pun dimulai.

Di sela pengajian, wanita itu bercerita mengenai keluarganya. Dari situ saya baru tahu kalau suaminya sudah meninggal dunia! Meninggal karena kecelakaan motor, meninggalkan istri dan delapan anak, yang terkecil berusia 2,5 tahun dan sang istri, ya... wanita itu... seorang IBU RUMAH TANGGA.

Ibu rumah tangga di sini maksudnya nggak kerja kantoran, tapi juga bukan pengangguran. Beliau aktif mengisi pengajian.

Lalu, bagaimana kehidupannya setelah suaminya meninggal? Beliau nggak punya gaji, nggak kerja kantoran. Coba, gimana? Apa beliau lalu sengsara dan anak-anaknya putus sekolah? No. no, no....

Kalau saya mengingat kalimat pembuka di atas kok kayaknya mustahil ya seorang ibu yang nggak bekerja dan suaminya meninggal dunia, bisa bertahan hidup dengan delapan anak dan anak-anaknya bisa tetap kuliah. Mustahil itu... NGGAK MUNGKIN!

"Bagi Allah, nggak ada yang nggak mungkin, Bu. Asal kita percaya sama Allah. Allah yang kasih rezeki, kan? Percaya saja sama Allah. Saya cuma yakin bahwa semua yang saya dapatkan selama ini adalah karena kebaikan-kebaikan saya dan suami semasa hidup.

Saya cuma berbagi pengalaman ya, Bu, bukan mau riya. Memang, suami saya dulu itu orangnya pemurah. Kalau ada yang minta bantuan, dia akan kasih walaupun dia uangnya pas-pasan. Alhamdulillah, Allah kasih ganti. Sewaktu suami masih hidup, kami hidup sederhana. Rezeki suami itu dibagi ke orang-orang juga, padahal anak kami ada delapan. Suami nggak takut kekurangan....."

Kami menahan napas.....

"Hingga suami saya meninggal dunia... uang duka yang kami dapatkan itu... Masya Allah... jumlahnya 100 juta. Padahal, suami saya itu biasa-biasa saja, bukan orang penting. Uang itu langsung dibuat biaya pemakaman, tabungan pendidikan anak, dan sisanya renovasi rumah yang mau ambruk."

Dengar uang 100 juta dari uang duka saja, saya sudah kagum.

"Saat renovasi rumah, saya serahkan saja ke tukangnya. Dia bilang, uangnya kurang. Saya lillahi ta'ala saja. Yang penting atap rumah nggak ambruk, karena memang kondisinya sudah memprihatinkan. Khawatirnya anak-anak ketimpa atap....."

Saya membayangkan, keajaiban apa lagi yang didapatkan oleh wanita itu?

"Nggak disangka. Begitu orang-orang tau kalau saya sedang renovasi rumah, mereka menyumbang. Bukan ratusan ribu, tapi puluhan juta! Sampai terkumpul 100 juta lagi dan rumah saya seperti bisa dilihat sekarang.... Sampai hari ini, saya masih dapat transferan uang dari mana-mana, Bu-Ibu. Saya nggak tau dari siapa aja karena mereka nggak bilang. Saya juga udah nggak pernah beli beras lagi sejak suami meninggal. Selalu ada yang kasih beras."

Duh, nggak bisa nahan airmata deh jadinya....

Apa rahasianya?

"Berbuat baik kepada siapa saja, sekecil apa pun. Insya Allah ada balasannya. Rezeki itu milik Allah. Kalau Allah berkehendak, Dia akan kasih dari mana pun asalnya...." tutupnya.

Rezeki itu milik Allah, siapa pun tidak boleh takabur. Bekerja bukanlah sarana menyombongkan diri bahwa hidup kita bakal terjamin karena bekerja. Yang menjamin hidup kita adalah Allah. Bekerja diniatkan untuk ibadah. Pembuka rezeki bisa datang dari mana saja, salah satunya dari berbuat kebaikan sekecil apa pun.

Ucapan, "Kalau suami meninggal atau bercerai, siapa yang kasih makan saya dan anak-anak?" itu sama saja dengan SYIRIK, atau MENDUAKAN ALLAH.

Menganggap diri kita super, dengan kita bekerja, maka rezeki terjamin. Padahal, ALLAH YANG KASIH REZEKI. Jika dulu Allah kasih rezeki melalui suami, besok Allah kasih lewat jalan lain. From Allah to Allah.

〰〰〰〰〰

Copas

"Rejeki Itu Dari Allaah
Oleh: Leila Hana

Wednesday, June 13, 2018

LAILATUL QODAR

Tamparan si penerima Lailatul Qodar (mung isoh patehah)

"Wah…pisange sae-sae(bagus-bagus), mbah." kataku sambil jongkok di depan simbah yang jual pisang.

"Lha monggo (silahkan) diborong, niki pisang panenan kula piyambak( ini pisang panen sendiri)." kata si mbah itu riang.

Sudah tua tetapi masih semangat berjualan.

"Niki pisang kepok kuning, enak dikolak. Sing niki kepok putih, yen digoreng legi(manis). Lha sing niku pisang pista, kulite tipis, wangi. Tapi ampun ditumbas mergo dereng mateng(jangan dibeli karena belum Mateng)." lanjut si mbah.

Aku hanya diam memperhatikan gerak tanganya yang cekatan, meskipun agak gemetar.

"Sadeane mpun dangu, mbah?" tanyaku.(jualan sudah lama Mbah?)

"Dereng. Niki nguber rejeki damel riyaden." Jawab simbah singkat.( Belum. Ini lagi nguber rezeki buat lebaran)

"Putrane pinten, mbah?" tanyaku.(putranya berapa Mbah)

"Kathah, glidik sedanten", jawab si mbah.(banyak, kerja semua)

"Kok mboten istirahat mawon, siyam-siyam kok sadean?" lanjutku menyelidik.(kok Ndak istirahat, puasa puasa kok jualan)

"Lha nggih mergi siyam niku, mboten angsal istirahat. Mumpung Gusti Allah paring ganjaran kathah", jawab si mbah ringan.( Lha karena puasa, nggak boleh istirahat. Mumpung Gusti Alloh ngasih banyak pahala)

Plak!!!

Mendengar jawaban seperti itu rasanya seperti ditampar. Sederhana namun sangat menohok. Kulirik simbah menyeka keringat yang mengalir di dahinya menggunakan ujung jilbabnya yang lusuh. Diantara para penjual dipinggir jalan depan pasar, simbah ini menggelar daganganya tanpa peneduh sedikitpun.. Padahal panasnya luar biasa.

"Jenengan wangsul jam pinten, mbah?" selidikku.( Pulang jam berapa Mbah?)

"Sakderenge ngashar kulo mpun wangsul. Kulo kedah ndamelaken wedang kangge lare-lare TPQ." Simbah menjelaskan padaku.( Sebelum asar sudah pulang. Harus buatkan minum buat anak TPA)

"Kok kedah nyiapaken? Ingkang ngudukaken sinten mbah?" tanyaku penasaran.( Kok nyiapin. Tugasnya siapa Mbah?)

"Njih kulo piyambak?" tandas si mbah.(ya saya sendiri)

"Ooo....ngaten. Nopo saben dinten mbah?", aku manggut-manggut. (Apa setiap hari Mbah?)

"Njih, wong cuma lare seket." lanjut si mbah.( Iya, cuma 50 anak)

"Wah....hebat mbah." pujiku sambil tersenyum.

"Halah cuma wedang kalih jajan alit-alit. Sing penting lare-lare niku rajin ngaji kulo mpun remen. Pokoke ojo niru mbahe niki mung iso patehah." jelas si mbah.( Halah, cuma air sama jajanan. Yang penting anak anak rajin ngaji saya sudah senang. Jangan sampai kaya saya yang cuma bisa Fatihah)

Plakkk!!!

Sekali lagi aku mendapat tamparan keras. Kali ini hatiku yang merasa sakit. Baru bisa baca Al Fatihah sudah sedemikian penghambaannya. Lha saya???

Tanpa ba bi bu, kumasukkan semua pisang yang ditawarkan ke dalam tas kresek.

"Kok kathah, bade damel nopo?" tanya si mbah heran.(kok banyak, mau buat apa?)

Sing mentah niki ampun lhe mas, dereng enak!" tambahnya.(yang mentah ini jangan lho, belum enak)

Aku pura-pura tak mendengar.

"Sedoyo pinten, mbah?"(berapa semua Mbah?)

Simbah menyebutkan nominal yang membuatku tercengang.

"Kok murah mbah?"

"Mboten mas, niku mpun pas. Kulo mboten kulakan, wong panen piyambak."(enggak, itu sudah pas. Pisang panen sendiri)

"Njih mbah maturnuwun." kataku sembari mengulurkan uang.

"Waduh…ngapunten, kulo mboten gadhah susuke. Dereng kepayon." berkata begitu sambil mengembalikan uangku.(maaf, nggak punya kembalian. Belum laku dari tadi)

"O nggih, kulo pados lintu riyen mbah."( Saya tukar dulu Mbah)

Aku sengaja meninggalkan simbah. Agak menjauh dari perempuan tua itu. Kumasukkan beberapa lembaran uang yang masih baru, ke dalam amplop.

"Niki mbah, sampun pas njih, pisange kulo tumbas."( Ini Mbah, sudah pas. Pisangnya saya beli)

Simbah menerima amplop sambil tangannya gemetaran..

Tanpa menunggu jawaban, aku buru-buru pergi.

Esoknya aku mampir lagi, tapi kosong. Berikutnya aku mampir lagi, kosong juga.

Penasaran kutanyakan pada pedagang sayur di sebelahnya.

"Mbahe kok mboten sadean, mbak?"( Simbahnya nggak jualan)

"Oh mboten, piyambake sadean namun nek panen mawon. Sampeyan to pak sing mborong gedhange wingi?"( Enggak. Jualan cuma pas panen saja. Mas yang borong pisang kemari?)

"Nggih mbak. Enten nopo?"( Iya mbak. Kenapa?)

"Oalah pakkkk... Paakkk, mbahe sampek nangis ngguguk. Jarene bejo banget entuk Qodaran."( Mbahnya nangis sesenggukan. Katanya beruntung dapat Qodaran)

Qodaran, barangkali maksudnya Lailatul Qodar. Malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Para malaikat turun dari langit.

Langit hati kita. Menyelesaikan segala urusan.

Allah melapangkan rejeki dan kemuliannya bagi yang dikehendaki. Pun mempersempit bagi yang dikehendaki pula.

Lantas siapakah yang mendapatkannya ?

Barangkali perempuan tua, penjual pisang itu. Bukan karena ia ahli ibadah. Bukan pula karena i’tikafnya yang kuat.

Tapi dialah pelaksana dari yang katanya "cuma iso patehah". Bertindak, berlaku, dan berpasrah dalam keriangan rasa.

Kecintaannya yang sederhana dengan penyiapan wedang dan jajanan bagi seketan bocah selama bulan puasa, agar anak-anak rajin mengaji.Tanpa berharap imbalan apapun. Sungguh bukan perkara mudah. Hanya cinta tuluslah yang bisa.

Maka, malam terbaik dari 1000 bulan bukanlah instan. Tak bisa dijujug dengan akhiran. Semua butuh proses, karena karunia terindah butuh wadah yang pantas.

Yang dibangun dengan menapis kebaikan sebelum, selama dan sesudah Ramadhan.

Itulah sesungguhnya QODARAN.

Bengi shalat tahajud, awan sregep makarya (bekerja)

Selamat berpuasa saudaraku muslim. Ditempa sebulan penuh, semoga kita menjadi hamba yang bertakwa. Hamba yang pantas mendapat Lailatul Qodar.

Aamiin

Terima kasih simbah, telah memberikan tamparan hikmah pada saya.

#Copas dari facebook seorang teman

Monday, April 16, 2018

Hardskill dan Softskill

*Hard skills* merupakan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Hardskill dapat dilihat/diukur dari riwayat pendidikan.
Contoh hardskill adalah keterampilan teknis seperti keuangan, komputer, kualitas, atau keterampilan perakitan.

*Softskill* adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal.
Soft skills bisa diartikan istilah sosiologis yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain.
Softskill dapat dilihat dari pengalaman dalam berorganisasi.
Contoh softskill adalah pribadi dan perilaku interpersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia misalnya, pelatihan, pembentukan tim, pengambilan keputusan, inisiatif. Contoh lain dari keterampilan-keterampilan yang dimasukkan dalam kategori soft skills adalah integritas, motivasi, etika, kerja sama dalam tim, kepemimpinan, kemauan belajar, komitmen, mendengarkan, tangguh, fleksibel, komunikasi lisan, jujur, berargumen logis, tahan banting, kompetisi, ulet, dan lainnya.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perbedaan-softskill-dan-hardskill/

Sunday, April 1, 2018

PARENTING

Pernah mencoba membetulkan keran sendiri? Pasang bohlam?
Ganti ban motor atau mobil yang bocor di jalan? 
Me-lem sesuatu yang sdh terlanjur patah?
Membuka botol kaca yang allahuakbar sangat susah di buka?

Memasak sambil menggendong anak bahkan disambil lagi dgn menaruh pakaian kotor ke mesin cuci?
Nyetrika sambil bicara dgn mertua di telepon dan kaki menggoyang2kan bouncer agar bayi tidak bangun dan nangis tanpa henti?

Hidup ini penuh masalah, cobaan, kesulitan, tantangan dan pekerjaan susah yang kadang mau nggak mau harus kita kerjakan.

Di Indonesia enak. Tukang ledeng terjangkau, pembantu ada, supir banyak yang punya.
Yang pernah (atau masih) tinggal di negara maju tau betul bahwa pelayan dan pelayanan itu diluar jangkauan dompet kita pada umumnya.
Lha yang bekerja aja belum tentu bisa membayar mereka, apalagi yang keluar negeri nya untuk mengejar S3.

Kita nggak tau anak kita terlempar di bagian bumi Allah yang mana nanti, izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri.
Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu, ya jadi koki, ya jadi tukang cuci, ya jadi ayah, ya jadi tukang ledeng, ya jadi pengemudi.
Anda bukan anggota tim SAR, anak anda tidak dalam keadaan bahaya, berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S-nya tidak ada.
Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

Anak ngeluh sedikit krn itu puzzle nggak bisa nyambung menjadi satu, ‘Sini... Ayah bantu’.
Botol minum ditutup rapatnya sedikit susah, ‘Sini... Mama saja’.
Sepatu bertali lama di ikat, sekolah sudah hampir telat... ‘Biar ayah aja deh yang kerjain’.
Kecipratan minyak sedikit... ‘Udah sini, kentangnya mama aja yang gorengin’.

Kapan anaknya bisa? Jangan kan di luar negeri, di Indonesia saja pembantu sudah semakin langka.
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, apa yang terjadi ketika bencana benar2 tiba?

Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress, menyelesaikan masalah, dan mencari solusi itu ketrampilan yang wajib dimiliki.
Yang namanya ketrampilan, untuk bisa terampil, ya harus dilatih.
Kalau tanpa latihan, terus di harapkan simsalabim mereka jadi bisa sendiri? O-EM-JI!

Kemampuan menyelesaikan masalah
dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi, tapi juga lulus melewati ujian badai2 pernikahan.

Tampaknya sepele sekarang... secara apa salahnya sih kita bantu?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya, dia akan menjadi ringkih... dan mudah layu.

Susah sedikit... bantuan diminta.
Berantem sedikit ya sudahlah, cerai saja.
Sakit sedikit ngeluhnya warbyasa.
Masalah sedikit... bisa jadi gila.

Kalau anda menghabiskan banyak waktu, perhatian dan uang untuk IQ-nya, habiskan hal yang sama untuk AQ-nya juga.
AQ? Apa itu? Adversity Quotient.
Adversity quotient menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya yg berjudul sama, adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami. 
Bukannya kecerdasan ini yg jadi lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Bukankah itu yang di miliki Nabi Nuh hingga tidak menyerah dalam dakwah beratus tahun lamanya?
Atau Nabi Yusuf yang mengalami banyak cobaan dalam hidupnya?
Dan Nabi Ayyub yang terkenal karena kesabarannya menghadapi masalah?
Dan Nabi Muhammad ketika ujian2 menimpa?

Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya. Merasa bisa menyelesaikan masalah, mulai dari yang sederhana sampai yang susah, membuat diri semakin percaya.
Bahwa minta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tdk lagi bisa.
Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang, tidak menyerah dalam waktu yang lama.

So izinkan anak anda melewati kesusahan.
Nggak apa2 sedikit luka, sedikit nangis, sedikit kecewa, sedikit telat dan sedikit kehujanan.

Akui kesulitan yang sedang dia hadapi.
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan, ajari menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri, apa yang terjadi jika anda tdk bernafas lagi esok hari?
Bisa-bisa anak anda ikut mati.
Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.
Apalagi dengan menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi, jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri.

Tapi hidup penuh dengan ketidakenakan.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan.

"Permata hanyalah arang... yang bisa melewati tekanan dengan sangat baik"

Parenting With Elly Risman & Family

Monday, March 12, 2018

MBAH JUM

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1630417800338523&id=100001109553805

MBAH JUM
Oleh : Irene Radjiman

Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.

Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul dipasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang kerumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.

Saat kutanya : “kenapa begitu ?”

“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan dimasjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukkin uang lebihnya kemasjid.”

“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to ?” Tanyaku lagi

“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.

“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi

“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.

Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.

Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget ? sama, saya juga kaget.

Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?”

mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).

Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.

Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).

Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.

“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).

Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.

Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.

SILAHKAN SHARE ATAU COPAS DENGAN MENYERTAKAN LINK BLOG INI.

DILARANG KERAS MENGAMBIL IDE CERITA INI UNTUK TUJUAN KOMERSIL TANPA SEIJIN PENULIS.

Wednesday, February 28, 2018

Akibat sholat dhuha

INILAH AKIBAT SHALAT DHUHA

Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.

Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

Seperti diungkap oleh Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki dalam bukunya Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah tentang keutamaannya, penulis membeberkan keutamaan-keutamaan yang disediakan oleh Allah bagi hamba yang menunaikannya lengkap dengan sumber haditsnya.

Pertama
orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

Kedua
Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Ketiga
Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Keempat
Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Kelima
Allah menyukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).

Keenam
Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

Setelah Baca Tulisan Diatas Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Dhuha ?

Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur.
Syukron ...siapapun yg menulis Pertama tulisan ini semoga kita bisa mengambil pelajaran dan kita amalkan dikeseharian kita.

SEMANGAT SHALAT DHUHA

Thursday, February 8, 2018

JENIUSNYA ROSULULLOH SAW

*JENIUSNYA RASULULLAH tentang KESEHATAN*

_*"Sembuhkan sakit hatimu, maka akan sembuh seluruh tubuhmu"*_

Ada orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis...
Benci banget ?
Dendam banget ?
Nggak suka banget ?
Sedih Banget ?
Kecewa banget ?

Semua itu dianggap serius, sampai sakitnya berdampak pada tubuh...
Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi....

Dan yang diatasi pun hanya dipermukaannya saja...

Diatasi dengan operasi, obat Herbal.. bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak.

Tapi akar masalahnya, tidak diatasi..

Akar masalahnya adalah, hati yang sakit dan semakin rusak...
Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh....

Darah tetap dibiarkan asam.
Kondisi tubuh asam.
Pikiran tetap stress, jiwa tak tenang.
Dendam masih banyak.
Kecewa masih berlanjut.
Perasaan masih ga enak.
Benci masih kuat.

_SECARA TIDAK LANGSUNG, KITA MEMBUNUH DIRI SENDIRI_

Serius?

Ingat Rasulullah Shallallahu 'alayhi wassalam.. pernah berkata :

"Ada segumpal daging yang jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Dan kalau ia buruk maka seluruh tubuh akan buruk."

Itulah *"H A T I"*

Seharusnya ia selalu ada dalam kondisi indah dan baik.
Selalu ikhlas, menerima ketentuan Allah, bersyukur, tulus berbagi, dan bahagia bersama...

Seperti anak yang selalu bahagia dan tertawa, Seperti itulah kondisi hati kita seharusnya.

Pada saat kita sudah tak lagi seperti itu, itulah saat penyakit muncul. Dan deteksi dini harus dilakukan.

Akar permasalahan harus diatasi.
Hati perlu terus dicuci...dan di bersihkan.

_*Tanda hati bersih dan suci adalah :*_

-. Selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain..
-. Selalu semangat berbagi tanpa pamrih..
-. Selalu Ridha dengan segala ketentuan yang Allah berikan untuk kita..

_Termasuk saat kita dimusuhin ?_ _Dibenci ?_

_*Gak apa...Berarti Dosa kita, jadi ada yang tanggung*_

_Di dzalimi?_

_*Wah, ini dia saatnya doa-doa kita tak ada batasnya dengan Sang Pemberi, Pengasih Penyayang...*_
_*Allah Arrahmaan Arrahiim...*_

Hati akan selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain, gembira, apapun yang terjadi, siapapun itu.

Termasuk bahagia bagi mereka yang konon kata orang merugikan kita, tapi kita tidak perlu merasa rugi, Karena semua ada hikmahnya...

*PASTIKAN ITU*

Kalau hati terasa tidak baik, dengan tanda2 :
ada rasa sedih, kecewa, benci, dendam, segera action...

_Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:_

*1. Ikhlas*

Tarik nafas, buang nafas.
Setiap nafas adalah nafas baru, harapan baru.

Jangan pusing dengan yang lalu dan jangan khawatir dengan yang belum terjadi.

*2. Terima dan hargai*

Allah Maha Besar dan Maha Tahu, Allah tahu yang terbaik buat kita, semua pasti baik dan bermanfaat.

*3. Bersyukur dibalik bencana jadi karunia*

Bertanyalah: “Kenapa ya kira-kira Allah – Yang Maha Kasih dan sangat mengasihiku, memberikan sesuatu yang tidak kusukai dan tidak sesuai dengan harapanku ini?

Kira-kira apa kebaikan di baliknya?

Ada pelajaran...
Rubah Mindset-nya husnudzon, berbaik sangkalah sama Allah.

*4. Berbagi tanpa pamrih*

Apapun hikmah yang ada, pasti bisa dibagi.

Pasti ada pengalaman baru, kesadaran baru, yang bisa diberikan pada yang lain.

Bagilah senyum pada semua.
maafkan semua orang...

Do'akan semua orang yang pernah singgah di hati kita.

Apa do'a yang harus di panjatkan untuk diri sendiri dan orang yang terkait?

Apa kira-kira yang kita bisa lakukan dengan lebih baik lagi, untuk hanya mengharap Ridha Allah semata.

*5. *Bahagia saat orang lain bahagia*

Termasuk orang yang awalnya tidak Kita sukai....
Kita benci....
Kita anggap merugikan...
Kita anggap mengecewakan..

Apalagi terhadap orang2 yang berjasa kepada kita..
Muliakan mereka sebagai wujud rasa syukur kepada Allah...
Kita jadi tegar seperti sekarang...
Ada jasa terbaik mereka di hati kita...

Muliakan saudara kita yang pernah menolong kita.. meskipun si penolong membuat kecewa...dan kecewa.. maafkan kekecewaaannya..
mulyakan jasanya..
Allah-lah yang akan membalas segala keikhlasan..

Ketika  Penyakit hati pelan-pelan sembuh... Maka Begitu juga penyakit tubuh akan hilang dan sembuh.

Ayo berusaha selalu jaga kesehatan hati mulai detik ini.

Semoga tidak ada lagi rasa benci atau kecewa di hati kita..

Awali hari dengan Bismillah... dan akhiri hari dengan Alhamdulillah...

Semoga Allah Ridha dengan niat kita untuk selalu Membersihkan Hati.
Semoga Bermanfaat..
Barakallahu fiikum 🍒

Wednesday, February 7, 2018

ANTRI DAN BELAJAR

”Apakah pelajaran PENTING di balik budaya MENGANTRI?”

”Oh banyak sekali.."

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.

4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda temukan sendiri..
.
.
.
CopyPaste tetangga sebelah

REJEKI SUDAH DIATUR, GAK BAKAL TERTUKAR

kisah inspiratif buat saya...
"Penghasilan bapak berkurang ga sejak ada gocar atw grab belakangan ini?" Tanya sy ke si supir taxi bluebird.
Di luar dugaan, beliau menjawab, "Nggak ah, sama aja bu. Da rejeki mah tergantung Allah. Kan 3 Hal yg udah dijamin Allah tuh.. jodoh, rejeki, mati"
Wah, menarik nih, pikir sy.
Padahal jelas2 mmg eksistensi taxi resmi banyak tergerus dgn adanya mobil online spt gocar dan grab. Sampe pernah kan para driver taxi resmi berdemo. Tapi kok si bapak ini santai aja, ga merasa rejekinya terenggut mrk?
"Kan gak semua orang mau nunggu demi dapet harga murah bu. Kalo pake taxi kan lebih cepat, tinggal tunjuk. Ga usah nunggu 20menit spt naik gocar atw grab. Tinggal pinter2nya kita aja. Datengin tempat yg rame, jangan kebanyakan tidur atau istirahat di jalan. Tapi kerja, Cari tempat2 rame. Pasti dapet ko"
Tapi bukan itu rahasia dia sbnrnya.
Rahasia kenapa dia bisa mendapat penghasilan lumayan dari taxi adalah...
"Semua itu tergantung perasaan kita bu.
Kalo Kita kerja dgn ikhlas, bener2 diniatin cari rejeki buat anak istri, pasti ada aja bu rejekinya. Pasti.
Kalo perasaan sy ikhlas, happy, itu 800-900 dapetlah. Minim-minimnya 500.
Lah tapi kalo perasaan sy lagi ga enak, atw lagi kesel, ya boro-boro 500. Dapet 250aja udah bagus" kata si bapak.
"Penting bgt bu jaga perasaan positif. Jangan kesel, walau diomelin penumpang sekalipun. Jangan ngeluh, jangan ngedumel. Ntr itu rejeki pasti ngikutin apa kata kita"
"Misalnya nih bu, dapet penumpang yg jaraknya deket. Itu kan biasanya supir taxi ngedumel dalam hati ya. Kalo say mah nggak. Mau cuma 10rb, 15rb, hayuk.. sy jalanin dgn ikhlas bu. Ga ngedumel sy, walau cm dalam hati"
Lalu si bapak cerita pengalamannya yg menakjubkan ttg penumpang berjarak dekat.
"Pernah suatu ketika bu, sy ngantre nyari penumpang di Central Park. Pas akhirnya dapet penumpang, tau ga mnta dianter kemana? ke Taman Anggrek, bu. Lah itu kan deket bgt, jalan kaki jg bisa. Bayangin bu, udah ngantri giliran 2 jam,pas dapet penumpang, tnyata cuma mau ke mall yg jaraknya sekilo. Hahahaha.."
"Tapi sy tetep ikhlas, rejeki mah Allah yg ngatur. Ga mau ngedumel. Dan tau ga app yg terjadi, bu?
Pas turun, si penumpang tanya, 'lho kok ga gerak argonya Pak? Cuma 6500?' sy jawab, 'iya Pak, krn jaraknya ga nyampe sekilo'. Akhirnya si penumpang nanya kembalian 20rb ke sy. Sy pikir dia mau kasih duit 50rb,kembalian 20rb.
Ternyata bu... Dia ngasih duit 100ribu!!
Pdhl argonya cuma 6500! Allahu Akbar.."
Kata si bapak.
"Ya begitulah bu. Kalo hati Kita ikhlas, pasti Allah ngasih deh. Itu mah sy percaya bgt. Makanya sy mah ga pernah ngeluh dpt penumpang berjarak deket"
Lalu dia melanjutkan ceritanya.
Setelah mengantar penumpang pertama tadi, dia balij lagi ke Central Park, ngantri lagi. Ndilalah.. penumpang ke 2 minta diantar lagi ke tempat yg sama spt penumpang pertama: Taman Anggrek lagi!
Dan ndilalah, si penumpang kedua ini jg lagi-lagi bayar taxi jauuh di atas Argo. Argo 6500, dia bayar 50rb.
Dua Kali ketiban rejeki, si bapak balik lagi ke Central Park, ngantri lagi di sana. Pas dapet penumpang ke 3, tujuannya sama lagi: Taman Anggrek lagi. Kali ini si penumpang bayar 30rb. Alhamdulillah, lumayan. Si bapak pun balik lagi ke Central Park utk ke 4 kali.
Pas dapet penumpang ke 4, baru dapet tujuan yg jauh: Narogong Bekasi. Si penumpang adlh orang Jepang yg sdg berkegiatan di kawasan industri di Bekasi. Pas sampai di tujuan, si org Jepang in minta pak driver utk menunggu 3jam. Lalu dia mnta antar lagi ke Tangerang. Total Argo selama antar dan menunggu itu adlh 900ribu. Sangat sangat lumayan sebenarnya. Tapi masih ada kejutan lagi: si orang Jepang bukan membayar 900rb sesuai Argo, tapi bayar 1,2juta!
300ribu tips buat beliau, sambil berpesan: ini buat anak istri di rmh ya. Kamu pulang sdh malam.
"MasyaAllah buu.. sy bersyukur bgt hari itu."
Setelah itu ia pun berniat pulang dari Tangerang ke Parung. Eh ndilalah, di jalan dia dapet penumpang lagi, dgn tujuan yg searah dgn jalan pulangnya: Ciputat.
Jadi dia nganter, sekalian pulang juga. Dan lagi2, si penumpang in ngasih tips besar lagi ke dia. MasyaAllah​...
"Itu satu hari yg gak akan sy lupakan bu. Rejeki datang bertubi-tubi. Beneran deh, kerja itu hrs ikhlas. Jangan pernah ngedumel. Pasti rejeki itu terbuka. Yakin saya."
"Pokoknya bu, kalo sekali kita udah ngedumel, ngeluh, pasti deh.. setelah itu rejeki jd seret. Penumpang dikit. Apalagi klo sampe kita ngomelin penumpang. Waduh.. udah deh. Bisa nutup setoran aja udh bagus itu mah. Susah bu!"
Inspiratif Pak!
Sy jadi inget ajaran film "The Secret" dulu:
"Perasaan positif menarik kejadian positif,
Perasaan negatif menarik kejadian negatif"
"Stay positive, even in the darkest situation ever"
"Be a grateful person. And always be like that"
"Gratitude. Gratitude. Gratitude. That is the key to solve your problems"
Atau kalau dlm Islam, Ini persis isi Surat Ibrahim ayat 7:
"Jika kamu BERSYUKUR, make pasti akan Kami TAMBAH nikmatmu. Tapi kalau kamu ingkar, sungguh siksa Kami sangatlah keras"
Ayat yg simpel ini mengandung makna yg sangat dalam sbnrnya. Yaitu:
"BERSYUKURLAH wahai manusia, seberat apapun masalah yg menimpamu. Jangan mengeluh. Jangan ngedumel. Tapi ingat2lah nikmat Allah lainnya. Kalau kamu bisa bersyukur dlm kondisi sulit, maka lihatlah.. pertolongan Allah pasti akan datang. Allah pasti akan tambah nikmat2 itu. Tapi kalau kamu terus menerus mengeluh.. ya silakan merasa tersiksa dengan pikiran negatifmu, sampai akhir hayatmu.
JANGAN HARAP ALLAH MAU MENOLONGMU"
Ya kira2 begitulah

copas dari Bunda AINA NEVA HIKMAWATI

Thursday, January 25, 2018

BU NYAI DADAKAN

Bu nyai dadakan
KH. Ali Yahya Lasem terkenal tampan, berbadan tegap dan atletis. Bila sarung, sorban, dan kopiahnya dibuka beliau mirip bule Eropa, Amerika atau Australia. Tak heran kalau banyak wanita terpesona.

Suatu hari beliau ada undangan mengisi pengajian di Jepara, saat di perjalanan mobil yang beliau tumpangi berhenti di sebuah lampu merah. Saat itu beliau duduk di samping sopir dengan melepas sorban dan kopiah yang dipakainya. Tiba-tiba seorang wanita muda, menor, dan seksi menghampirinya.

Wanita penghibur itu mengira bila lelaki gagah dalam mobil adalah turis banyak duit yang sedang mencari kesenangan di Indonesia.
“Malam, Om.”

“Malam.”

“Ikut dong, Om. Boleh, ya?”

“Oh, boleh, boleh. Silakan masuk.”

Wanita muda itu bergegas masuk mobil. Pintu ditutup dan mobil mulai jalan.

“Mau ke mana, Om? Butuh aku, gak? Aku temenin sampai pagi ya, Om?”

Sambil pakai lagi kopiah dan sorban Kiyai Ali santai menjawab, “Oo, ini lho mau ngaji di Jepara. Ndak apa-apa, silakan ikut aja.”

Wanita itu kaget dan salah tingkah, “Oh, jadi Bapak ini Kiyai, ya?”

Tadi panggil om sekarang panggil pak kiyai.

Lucu, ya? Kiyai Ali tersenyum geli.

“Maaf, Kiyai, saya benar-benar tidak tahu. Sekali lagi maaf.”

Wanita itu kian tegang dan raut wajahnya pucat ketakutan.

Tapi Kiyai Ali santai saja berkata, “Oo, ndak apa-apa. Santai saja, Mbak. Sekali-kali ikut pengajian bagus itu.”

“Ndak usah Kiyai, saya turun di sini aja.”

“Enggak bisa, pokoknya harus ikut. Tadi kan sampean bilang mau ikut, ya harus ikut.”

“Tapi saya kang gak pakai jilbab, Kiyai?”

“Gampang, nanti tak pinjem jamaah.”

“Tapi saya malu Kiyai?”

“Lho, sampean jadi pelacur ndak malu, kok pengajian malah malu. Piye to?”

“Bagaimana ini, Kiyai?” Wanita itu makin salah tingkah, “Saya takut, Kiyai?” Tadi bilang malu sekarang katanya takut. Hehe..

Dengan bijak Kiyai Ali menenangkan, “Sudahlah, santai aja.”

Mobil pun terus berjalan hingga akhirnya sampai ke tempat tujuan. Jepara. Suasana tempat diselenggarakannya acara pengajian sudah ramai. Para jamaah laki-laki dan perempuan memadati area tempat acara. Gegap gempita para panitia menanti kedatangan Kiyai Ali.

Begitu turun dari mobil Kiyai Ali langsung menghampiri jamaah ibu-ibu, “Maaf Bu, bisa pinjam jilbabnya. Ini lho, Bu Nyai lupa bawa jilbab.”

Bu Nyai adalah panggilan kehormatan yang biasanya disematkan pada istri kiyai. Masa iya istri kiyai lupa berjilbab. Hehe.

Dengan sedikit bingung ibu itu menjawab tergesa-gesa, “Oh, bisa Kiyai. Sebentar saya ambilkan.”

Ibu itu bergeas pergi dan tak lama sudah kembali. Jilbab yang dibawanya itu di sodorkan ke dalam mobil dan langsung dipakai oleh sang wanita. Setelah rapi wanita itu turun dari mobil dan masyaallah… Langsung diserbu rombongan ibu-ibu untuk mencium tangannya. “Ngalap berkah,” katanya.

Mendapati sambutan kehormatan seperti itu, wanita yang kini disulap jadi Bu Nyai langsung berwajah pucat. Ia dipersilakan masuk, dijamu, dan dilayani bagaikan seorang ratu. Ada haru campur malu menyelinap di hatinya.

Pengajian pun digelar dengan seksama, Kiyai Ali menjadi pembicara yang luar biasa, penyampaiannya ringan tapi dalam makna kandungannya.

Usai acara Bu Nyai Dadakan dipersilakan menikmati jamuan rupa-rupa makanan. Lalu makan berat.

Tapi sebelum makan rombongan jamaah ibu-ibu mohon didoakan keberkahan dari Bu Nyai Dadakan, sontak saja ia kaget setengah mati. Sudah lama tak berdoa, sudah lupa doa yang dulu dihafal waktu kecil ngaji di kampung. Untungnya masih ingat Rabbana Atina Fi Dunya Hasanah, Wa Fil Akhirati Hasanah..

Pun demikian sebelum pulang, jamaah ibu-ibu bergantian cium tangan dan diantar dengan hormat sampai masuk mobil.

Selama perjalanan di mobil wanita penghibur itu menangis sedu sedu, sesenggukan dengan air mata bercucuran. Kiyai Ali dan sopir membiarkannya hingga reda..

Setelah suasana agak tenang, Kiyai Ali menasihati, “Apakah sampean tidak melihat dan berpikir tentang bagaimana orang-orang tadi memperlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu, dan rela juga mereka antri hanya untuk dapat mencium tanganmu satu demi satu, bahkan minta berkah doa darimu, padahal tahu sendiri kamu siapa?”

Kembali sang wanita menangis, merasa hina, miris, dan sedih mengingat perbuatan dosa yang selama ini dilakukannya. Tapi Allah menutup aibnya, Allah sangat menyayanginya.

“Hari ini,” lanjut Kiyai Ali, “Sampean dapat nasihat yang mungkin nasihat berharga selama hidupmu, maka segeralah taubat dan mohon ampun sama Allah. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum taubat.”
Tangisnya kian deras. Kiyai Ali membiarkannya.

Sambil terisak wanita itu berkata, “Terimakasih Kiyai atas nasihatnya, dan berkah dari kejadian ini. Mulai hari ini saya bertaubat dan berhenti dari pekerjaan bejat ini. Sekali lagi terimakasih Kiyai.”

Menyeksamai kisah ini berarti kita belajar bijaksana. Para ulama, pendahulu, dan guru kita para mubaligh berdakwah dengan baik dan bijak, mengajak tanpa menginjak, menasihati tanpa menyakiti, dan menunjukkan kebenaran tanpa merendahkan derajat kemanusiaan.

Inilah salah satu telaga yang indah dan menyejukkan, yang menjadikan banyak orang tertarik dengan Islam. Semoga jadi pelajaran bagi kita untuk menyampaikan kebenaran dengan baik, Bil Hikmah Wal Mau Idatil Hasanah.

TERUNTUKMU GURUKU

Telah sekian tahun lama rasanya kita telah bersama, ikatan guru dan murid bagaikan seikat keluarga.
.
Kenangan indah semasa kau didik kami takkan pernah terlupakan seumur hidupku, jasamu akan selalu ku kenang dalam bayangku, kau adalah seorang guru yang tanpa balas jasa. Terima kasih guruku.
.
Tiada kata yang dapat  kami ucapkan kepadamu selain ucapan terima kasih guruku, terima kasih atas segala ilmu yang telah kau berikan kepada kami selama ini.
.
Tiada pemberian yang paling berjasa dalam hidup kami, selain pemberian ilmu yang telah kau berikan kepada kami semua.
.
Engkaulah seorang ibu yang sangat berjasa, engkaulah penunjuk arah yang telah menuntun kami semua, engkaulah seorang pemimpin yang sangat berarti dalam hidup kami, seribu ucapan terima kasih kami ucapkan kepadamu guru atas segala ilmu yang kau berikan kepada kami.
.
Jika tiada guru didunia pribadi manusia didunia ini hanyalah primitive yang penuh dengan kebodohan.
.
Terima kasih atas segala ilmu yang kau limpahkan kepada kami semua.Terima kasih atas segala jasa dan nasihat mu.
.
Engkau bagaikan sebatang lilin yang selalu menerangi kami dengan kegelapan, kami selalu berdoa semoga segala usahamu yang bijak selama ini kau berikan kepada kami melahirkan iman yang berguna, serta membangun Bangsa dan Negara Indonesia yang sejahtera.
.
Seseorang yang mengajar bukan berarti dia telah berhenti belajar.
Dari hatiku yang paling dalam saya ucapkan terima kasih banyak atas semua ilmu yang telah kau ajarkan selama ini.
.
Kini tiba saatnya untuk kami langkahkan kaki kami ke kehidupan yang lebih tinggi, namun hati kami akan selalu untukmu guruku.
.
SALAM HORMAT kami padamu...
Semoga BAROKAH dan KESEHATAN terlimpah padamu dan keluarga...
.
GURU kami...
IBUNDA kami tercinta...
" #AINA_NEVA_HIKMAWATI "

SEDEKAH KREATIF

🍄SEDEKAH KREATIF🍄

🍚🍗🍤🍖 Siapkan nasi bungkus  dari rumah.  Berikan ke yang kira2 membutuhkan. Pedagang kecil. Pengemis. Orang gila. Pengamen. Anak terlantar etc. Ngga usah banyak juga gpp. Misal 1 bungkus setiap harinya

🚿🛁🛀 Laundry/cucikan Mukena secara berkala musholla yg ada disekitar lingkungan kita

👘👰👘 Berkala beli Mukena baru. Misal 3 bulan sekali. Malu dong sama Allah pake itu-itu mulu. Yang lama? Ya disedekahin ;)

🎁🎁🎁 Bawa Mukena ketika akan berpergian. Tinggalkan di masjid/ musholla yg kita singgahi

👚👕👔 Beli kamper/pengharum baju. Taruh di kumpulan mukena di masjid/musholla yg kita singgahi

🎁🎁🎁 Bungkus perlengkapan shalat (Mukena, sarung, sajadah, kopiah, Al Qur'an jadikan parcel ketika lebaran. Berikan ke satpam komplek atau tukang kebersihan komplek atau office boy dikantor. 1 parcel senilai 100ribu aja. Pahalanya bisa terus-terusan. InsyaAllah

👟👞👡 Beli beberapa pasang sandal (banyak yang 10ribuan sepasang). Taruh di kantor atau musholla dan masjid untuk di gunakan ketika berwudhu

🚿🛁🚿 Beli perlengkapan untuk membersihkan toilet, juga pengharum ruangan berikan secara berkala ke masjid2

👳👦👳 Buat yang shalat Jum'at. Datang 15 menit lebih awal. Bantu bersih-bersih dan beres-beres. Ga kebayang pahalanya orang nyaman shalat gara-gara kita :)

🚿🛁🚿 Kalau berwudhu kumpulkan airnya dalam ember (ditadahin gitu), sedekahkan untuk tanaman (sedekah alam)

🍶🍼🍶 Kumpulkan botol minuman plastik/ botol bekas shampoo etc. Rusak dulu. Misal patahkan tutup botolnya. Agar tidak disalahgunakan. Setelah banyak berikan ke pemulung.

Belum pernah kan liat mata pemulung berbinar2 sambil ngucapin makasih berulang-ulang. Buat kita ngga ada harganya. Buat mereka langsung dikasih banyak yg mereka cari itu ruarr biasa rasanya #seka_air_mata (Ilmu ini saya dapatkan dari Om saya. Makasih Om. Barakallah)

🚚 🚛 🚚 Lakukan sorting sampah di rumah, menjadi :
- Sampah wadah kemasan, plastik, kantong [untuk pemulung].
- Sampah dapur [untuk dijadikan kompos, sedekah untuk alam]
- Sampah kertas/karton [untuk pemulung]
- Sampah campuran [plus bayar iuran sampah, untuk sedekah tukang sampah]
- Sampah tulang [Buat mpus]

🍸🍹🍷 Kalau beli/disuguhi air minum dalam kemasan, kalau ada sisa bawa pulang. Airnya bisa disedekahkan untuk tanaman (sedekah alam), dan wadahnya dikumpulkan.

🍗🍛🍖🍶  Kalau piknik dan bepergian or makan diluar bawa tempat sampah untuk dibawa pulang, sehingga bisa disedekahkan sampahnya (lihat butir di atas). Serta memberi sedekah kepada orang lain, karena menggunungnya sampah. Inget sampah tulang buat mpus yang udah nunggu dirumah. Semuanya jadi bermanfaat ga ada yang mubazir

🐦🐧🐦🐧 Beli beberapa burung (yang murah aja) lepaskan ke alam bebas

🐯🐯🐯 Beli makanan mpus siap saji (wis***) taruh di tas (toplesin). Ketika dijalan ketemu kucing liar berikan. (cat lovers pastinya agree bingits nih)

🍶🍼🍶  Beli barang diskonan di supermarket agak banyak. Misal detergent, minyak goreng, sabun, buku tulis, pulpen kemudian bungkus cantik hadiahkan ke panti asuhan atau rumah singgah

🙅🙅🙅 Jangan nawar sama pedagang kecil. Kalo bisa kasih lebih

📎📰🔧Beli tissue atau keperluan yg remeh temeh di pedagang kecil yg kita jumpai. Beli tissue 2000 rupiah atau ikat rambut atau peniti udah bikin mereka senang

🍟🍤🍛🍧 Ketika makan di kaki lima ada pengemis atau anak terlantar beliin mereka seporsi seperti yang kita makan (mungkin sekitar 15ribuan seporsi nasi uduk ayam goreng atau roti bakar)

🍰🎂🍫🍞 Siapa yg suka jualan makanan kecil dikantor? Gratisin buat yg buka puasa. Kebayangkan gorengan 2000 bisa bikin kita masuk surga. InsyaAllah

🍰🎂🍫🍞 Ada pembangunan masjid? Bisa bikin gorengan? Berikan beberapa ke pekerja. Misal 50 bakwan goreng dengan modal 25rb bisa bikin senang yg kerja :D

🙋🙋🙋 Selalu siap jika dimintai tolong tenaga jika sedekah materi belum bisa kita lakukan

🚕🚋🚍💴 Bayar lebih ketika naik angkot yang supirnya kakek2 atau bapak tua

💴💰💷 Kasih tips lebih buat ibu/abang ojek online kalo kira-kira jaraknya jauh dan juga kondisi mereka yg kira2 memprihatinkan (tua misalnya)

💴🚍🚖 Ketika di bis/di angkot. Bayarin nenek-kakek yg keliatan kurang mampu/ Suami istri yg buta :'(

🍷🍹🍸 Pas bulan Ramadan. Diperkirakan buka puasa diperjalanan. Angkot, bis, kereta, busway etc. Siapkan beberapa air mineral (gelas) pas adzan bagi-bagi. Kebayang beli 5000 aja udah dapat 10. Kita dapat 10 pahala beri minuman orang berbuka. InsyaAllah

✈🚗🚙🚀 Tawarkan temen kita yang searah. Jika kita bawa kendaraan. Ingat ini yg sesama jenkel nya yaa :) kalo beda jenkel bisa panjang urusannya kalo terus menerus (paham kan?)

🎨😎🎨 Buat Designer Grafis/ animator. Bantu bikin design poster Kajian/ bikin obb bumper buat video Kajian. Free😘

🎥📹🎥 Buat Cameraman. Bantu ambil gambar pada saat Kajian. Untuk disebarluaskan di sosmed. Free juga dong 😘

🔈📣💻 Buat para editor. Bantu ngedit video Kajian untuk disebar di sosmed or YouTube. Free pastinya 😘

📝📄📃 Catat poin yang penting-penting ketika ikut Kajian. Seminar parenting or seminar-seminar yg bermanfaat buat banyak orang. Lalu ketik. Sebar di Whatsapp juga sosmed lainnya

🏰🏩🏰 Kebiasaan kami sekeluarga besar, kalo pulkam liburan (ke padang). Anak laki-laki diberi tugas bersihin toilet dan tempat wudhu masjid. Liburan yg keren kan ;)

🚲🐥🐸🚀 Rutin mensortir mainan anak-anak kita. Buy 1 give 1. Ketika beli mainan baru harus ada 1 mainan yang disedekahkan. Ajari dan ajak anak kita ketika memberi mainan tersebut ke temannya atau panti asuhan

🚲🐥🐸🚀 Anak ultah? Bikin goodie bags. Kasih ke Panti Asuhan bareng anak. Ini melatih sikap empati anak kepada sesama.

👦👳👸 Punya ilmu? Misal bisa gambar, bisa ngajar Al Qur'an/Iqra. Jago matematika. Suka dunia anak? Sesekali pas wiken dateng deh ke rumah singgah. Buka kelas. Kebayang happy nya anak-anak terlantar di ajarin sama kakak yang mumpuni di bidangnya. Sahabat saya graphic designer handal udah melakukan ini. Beliau ngajarin gambar anak-anak. Proud of u 😘

👭👬👫 Beberapa bisa dilakukan dengan anak-anak kita. Biarkan anak-anak kita melihat kebaikan yang orang tuanya lakukan. Karena satu contoh perbuatan akan lebih efektif dari 100 nasehat. Semoga kebaikan-kebaikan ini selalu ada penerusnya hingga akhir jaman. Aamiin

Children see... Children do. Make your influence positif

📝📄📃 Share status ini semoga jadi salah satu timbangan amal jariyah kita nanti. Aamiin

Segitu dulu. Mungkin yang lainnya mau menambahkan. Silaken tinggalin jejak di kolom komen yaaa. Nanti saya copas di body text. Mamacihh

Semoga menginspirasi 😘💃💪😉😇

Mulai dari hal yg terlihat sepele. Mulai dari diri sendiri. Mulai dari sekarang :D

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

[QS. AL BAQARAH 2:261]

Buat yang sudah nge share saya ucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza. Terharu biru saya. Kebayang satu orang diantara kita
menjalankan ini setiap harinya berapa banyak masalah sosial bisa teratasi. InsyaAllah

Mudah2an bermanfaat

#ayo_sedekah #sedekah_kreatif

ILMU CARI REJEKI

BEGINI CARA BISNIS KULINER BERTAHAN DI MASA RESESI!! Oktober ini berarti sudah 7 bulan pandemi mendera, entah sudah berapa kawan...