Showing posts with label Belajar Wirausaha Bareng Saptuari. Show all posts
Showing posts with label Belajar Wirausaha Bareng Saptuari. Show all posts

Thursday, June 7, 2018

MASYAALLOH...

TITIPAN 8 NYAWA, DIANGKAT 1000 DOA!

Dalam sebuah training yang saya ikuti ada permainan perahu karam. Ada 270 an peserta yang dibagi dalam kelompok masing-masing 30 orang. Aturan permainannya menarik, setiap orang memiliki 3 nyawa dalam kondisi kritis tersebut, disimbolkan dengan sedotan plastik. Semua diberi kebebasan, apakah mau menyimpan semua nyawanya untuk sendiri, atau mau diberikan ke orang lain. Dan setiap orang berjalan memutar, harus tegas mengatakan kepada peserta lain yang tidak mendapatkan nyawa dengan kalimat ini:

“Saya tidak peduli dengan anda, saya tidak akan memberikan nyawa saya..”

Duh! Berat ini.. siapakah yang akan saya berikan nyawa ini, ada 29 orang disana siapa yang akan dipilih? Atau malah 3 nyawa ini dengan egois saya simpan saja?

Sanggupkah menatap mata mereka dalam kondisi kapal tenggelam dan berkata.. “saya gak peduli padamu!”

Sebagai seorang muslim permainan ini bertentangan dengan hati, dalam hidup kami diajarkan untuk tolong menolong dalam kebaikan, sebisa mungkin menjadi “khairunnas anfa uhum linnas..” Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesamanya, begitu pesan Nabi.

Bagaimana mungkin dalam kondisi kritis justru seperti harus bilang.. “kamu itu siapa? Aku gak peduli? Kamu gak tak kasih nyawa!”

Entah mengapa saya menyalahi aturan, dan saya berimprovisasi sendiri. Ilmu sedekah di Al Baqarah 261 gak akan salah, saya berniat memberikan 3 nyawa saya! Dan ketika berjalan memutar saya mengubah kata-kata  negatif dari “Saya tidak peduli padamu” menjadi “maaf aku tidak berikan nyawa ini, tapi ayo kita berjuang bersama agar selamat!” Sambil tangan mereka saya pegang erat. Ada 26 orang yang menjadi saksi ajakan saya penuh semangat!

Permainan usai, peserta diminta duduk.. dan mulailah diitung berapa banyak mereka mendapatkan nyawa titipan. Saya mengeluarkan beberapa sedotan dari kantong jaket. Masya Allah... 8 nyawa! Ketika diabsen, dari seluruh peserta ada 2 orang mendapatkan 8 nyawa terbanyak, salah satunya saya..

Saya melawan aturan ketidakpedulian, saya memilih berbagi dan memberikan semangat, ALLAH ganti berlipat-lipat!

Ada beberapa kata dari peserta lain yang memberikan nyawa kepada saya dan mereka berkata:
“Hidup anda bermanfaat, anda harus selamat, saya berikan satu nyawa untuk anda..”

Masya ALLAH...

Tahun 2015 saya, kang Jamil Azzaini dan mbah Asrori dari Semarang diundang live di TV One di acara Gestur. Kami diminta bercerita bagaimana sedekah itu “menghidupkan kehidupan!” Bikin hidup makin hidup..

Saya cium tangan lelaki tua yang sudah 92 tahun hidup di dunia itu, kami bertemu di Bandara Halim Jakarta, beda pesawat tapi bareng landingnya. Kisah mbah Asrori selalu membuat hati gerimis, setiap jumat beliau membagi 150 nasi bungkus dari uangnya sendiri hasil dari mengajar ngaji.. inilah orang kaya sejati!

Di dalam mobil saya bertanya, apa mbah kunci agar panjang umur..
Jawaban beliau tegas dan jelas di telinga dan selalu saya ingat!
“Kowe kudu rutin moco Quran, kudu okeh silaturahmi, lan kudu okeh sedekah!”

Mak jleb! Beraaat itu mbah.. beraaattt!!

Kami hidup di jaman baca status di facebook dan instagram lebih mengasyikan di banding baca Quran!

Kami hidup di jaman kebencian disebar di jalanan, caci maki diumbar dalam layar HP di tangan! Silaturahmi dengan kawan putus jadi kebencian karena beda pandangan dan pilihan!

Kami hidup di jaman gaya hidup diumbar demi pamer walaupun semua penuh cicilan! Bagaimana kami mau sedekah mbah, cicilan-cicilan masih antri belum dibayar.. Daripada buat sedekah mending uangnya buat bayar semua tagihan..

Beraat mbah! Beraaatt!!

Hiks! 😭

Di akhir acara simbah melantunkan bacaan Quran dengan merdunya, membuat semua yang ada di studio berkaca-kaca...

Silahkan lihat video itu disini:
https://youtu.be/l_JXOcwAW_Q

Seminggu lalu saya bertemu dengan Rex Marindo, salah satu founder Warunk Upnormal yang punya 78 cabang dalam 5 tahun, rame dimana-mana siang dan malam. Bahkan dengan jaringan brand lainnya seperti Nasi Goreng Mafia dan Bakso Boedjangan tembus 120 an cabang di seluruh Indonesia, dengan 4000 karyawannya.

Saya bertemu Rex di salah satu cabang Upnormal di Jalan Kaliurang Jogja, mengejutkan bahwa semua usahanya tidak melibatkan utang bank. Bahkan dulu diawal mereka mau ekspansi, ada usulan untuk utang bank dan Rex memilih untuk mundur jika itu dilakukan. Akhirnya mereka memilih menggaet investor untuk dapat membuka banyak cabang, dengan akad kerjasama usaha, tanpa pernah membuka akad riba.

Ada cerita dari Rex yang membuat saya terpana,
“Ketika ngobrol dengan kawan-kawan di Upnormal, kami seperti diingatkan.. apa iya kami bisa melejit seperti sekarang karena 1000 doa yang dulu dibacakan orang-orang..”

Whoottt? 1000 doa?

“Iya mas, ketika 2013 kami memulai Nasi Goreng Mafia di Bandung, hari pertama kami bikin pengumuman.. GRATIS 1000 PORSI NASI GORENG, CUKUP DIBAYAR DENGAN DOA. Jadi bener kami siapkan 1000 porsi untuk sedekah di depan, dan setiap orang yang makan kami beri kertas, dan kami minta mereka membacanya.. Ya Allah semoga usaha nasi goreng ini berkah, laris dan bermanfaat”

Masya ALLAH...

Ludes hari itu?

“Ludes, gak bersisa.. hari kedua kami jualan seperti biasa, dari omzet ratusan ribu sehari hingga jutaan sehari, grafiknya terus naik. Sampai akhirnya kami sampai di titik ini..”

Ngobrol Bisnis bareng Rex Marindo, video lengkapnya akan saya share untukmu pembaca buku saya yang akan terbit 27 Juni nanti, “Catatan Bisnis yang Bikin Laris” bareng 11 pengusaha lain yang kisahnya inspiratif dan penuh ilmu!

Giving! Giving! Giving!
Itulah ilmu yang diajarkan Nabi.. kita harus banyak memberi jika mau dibukakan pintu-pintu rezeki.
Namun sebaliknya, jika hidup selalu pelit, medit, maka rezekipun hanya makcrit!!

Menjelang berbuka dua hari lalu, sebuah video call masuk ke HP saya.. wajah ceria mbah Asrori muncul di depan mata. Seorang kawan dari Semarang yang menyambungkannya..

Wajah teduh dengan suara seperti anak kecil karena semua gigi telah tiada.. tetap tegak di usia 95 tahun melihat dunia!

“Kapan kowe arep dolan neng Semarang?”

Insya Allah saya akan datang mbah..
Saya akan datang!
Rindu memeluk tubuh muliamu yang diberkahi doa, dari orang-orang yang kau hilangkan rasa laparnya..

@Saptuari

Wednesday, February 14, 2018

TRANSAKSI LANGIT

TRANSAKSI LANGIT, BERANI COBA? RASAKAN BEDANYA!

Kita hidup di dunia kapitalis, semua hal harus bernilai uang. Ketika kita mengeluarkan uang, kita pun berharap mendapatkan ganti produk terbaik, pelayanan terbaik, hasil terbaik... Jika enggak dapat yang terbaik, maka kita dengan mudahnya kita komplain, mencaci maki penjual, mencela pelayanan, kalo perlu bikin heboh di media sosial..

Kalo kita beli produk di Supermarket besar, maka kita dengan mudahnya setuju dengan harga yang ditawarkan. Gak perlu lah nawar, bikin malu.. Emang kita orang susah!

Pokoknya beli produk ini itu.. Bayarrr!! Gak punya duit cash? Kartu kredit dimainkan! Urusan nyicil belakangan.. Urusan dosa riba au ah gelap gak urusan!

Semua diskonan kita kejar, semua tawaran cicilan kita iyakan, merasa punya uang padahal kartu utangan..
Kita terjerembab dalam jebakan kapitalis, setiap ribuan uang yang dikeluarkan adalah poin-poin yang dikumpulkan yang besok akan kita tuker dengan panci dan termos bonus pembelian..

Kita adalah raja komplain! Sekali kembalian kurang di minimarket 5 ribu saja kita akan langsung memfoto struknya, lalu upload di semua sosial media, tambahi dengan caci maki agar heboh disana-sini, sukur-sukuuur besok dapat kompensasi..
Semua harus kembali dalam hitungan uang.. Sistem Kapitalis yang melenakan dan gak sadar menyempitkan hati kita ketika memandang nilai dan harga..

Cobalah sekarang, lupakan semua transaksi kapitalis yang memuakkan! Transaksi yang harus menguntungkan, mulailah menegakkan kepala, menengok ke kiri dan kanan, melepaskan sejauh mata memandang...

Lihatlah itu,
Mbah Atmo Slamet, usianya sudah 90 tahun masih mengayuh becak tua dengan dagangan sapu ijuk, sapu lidi dan arang. Kulitnya kotor menghitam, bajunya lusuh penuh lipatan.

Tebak berapa harga satu buah sapunya?
15 ribu!!
Salaaah...
20 ribu!!
Salaah...
25 ribu!!
Salaaaaah... aah!

Hei kawan, satu buah sapunya dijual 6.000 saja, dijajakan dengan becak dari wilayah Dlingo yang berjarak 28 kilometer dari pusat kota Jogja. Lihat foto itu, jika semua sapu itu laku, dia akan mendapatkan uang 90.000, dan itu baru harga jual belum dikurang modal. Jika satu sapu dia mendapat untung 1000, maka dia mendapatkan 15.000 sehari, itupun dengan catatan semua sapunya laku hari itu..

Lihatlah sekelilingmu, ada buanyaaaak sekali mbah Atmo Slamet yang menjelma dengan banyak rupa..

Datangi mereka wahai kawanku, tundukkan badanmu, rendahkan hatimu..

Bertransaksilah dengan mereka langsung disaksikan langit..
Lupakan kualitas produk..
Lupakan soal cicilan dan harga promosi..
Lupakan soal layanan purna jual..
Bayarlah cash! Langsung dari dompetmu..
Ambilah satu-dua dagangannya, bayarlah 10-20-30 kali lipat dari harganya..
Rasakan dahsyatnya ketika wajah tua itu memandangmu dengan mulut gemetar, bulir air mata yang tiba-tiba mengembang, lalu doa-doa yang terucap ditumpahkan untuk dirimu..

Jangan salahkan aku, ketika moment itu membuat air matamu ikut mengembang, hatimu tergetar oleh rasa bahagia yang aneh dan belum pernah ada sebelumnya..

Lalu engkau melangkah pergi dengan hati yang puassss tak tertandingi...
Mengalahkan rasa puas usai disapa kasir cantik di supermarket yang baunya wangi..

@saptuari

Sunday, January 28, 2018

MENGALAMI LANGSUNG

CUIH!! ADA YANG MELUDAH...

Sebuah akun Facebook memberikan ludahnya kepada saya: "coba lihat Saptuari tuh! Awal usaha dia juga minjem ke bank, sekarang ngajak orang jauhi riba! menjilat ludah sendiri.. cuih!!"

Begini..
Ada profesor yang membahas kejadian tsunami dari pandangan keilmuan, bahwa tsunami terjadi karena ini itu, kalau begini jadi begitu, dia bercerita di studio TV yang adem dan penuh cahaya lampu.. tidak menarik dan membosankan.
Di jam lainnya ada seorang lelaki tua dengan baju basah lusuh compang camping, wajah pucat, bibir gemetar, dengan sisa air mata di sudut matanya, wartawan berkerumun mengambil gambarnya. Ketika tayang di TV orang-orang terharu melihatnya, jutaan mata terpaku.. siapakah dia?
Dia adalah seorang nelayan di pinggir pantai yang MENGALAMI LANGSUNG kejadian tsunami. Dia dengan detail menceritakan kejadian itu... sangattt ekspresif! Dari mulai dia terseret, gelombang yang menjulang, hingga selamat nyangkut ke pohon.. ngeriii!

Ada dokter muda yang ditugaskan di satu puskesmas kampung, satu hari mengisi acara seminar kesehatan di karang taruna, dia bercerita tentang bahaya minuman keras untuk kesehatan.. acaranya bagus dihadiri banyak anak muda. Selesai acara biasanya sudah lupa.

Dilain hari..
Ada seorang pemabuk yang sakit karena hobinya dulu nenggak minuman keras.. ginjalnya jebol sampai harus cuci darah tiap minggu.. di satu kesempatan dia berkata kepada anak-anak muda yang lagi nongkrong di dekat rumahnya. Dia berkata.. "jauhi minuman kerassss! Lihat saya ini, ginjal saya sudah tidak berfungsi karena saya dulu sering mabok minuman keras. Sayangi hidup kalian.. jalan kalian masih panjang"
kita bayangkan kata-kata si pemabok itu langsung makjleb kena di hati.. kenapa? Karena dia MENGALAMI LANGSUNG!

Ada kawan saya yang perokok berat. Pokoknya semua peringatan pemerintah tidak mempan.. dari dulu diingetin alus "merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi bla bla bla.." sampai peringatan keras "merokok membunuhmu!" dengan gambar kemasan rokok yang nyeremin.. gak mempan!

Dia berhenti merokok ketika dadanya tiba-tiba sesak, ketika ke dokter dicek, hasil foto rontgen dijembrengin di depan matanya.. si dokter ngomong: "ini paru-paru yang sudah menghitam, biasanya gak lama lagi bisa bolong... kita coba obati ya, semoga berhasil.. besok kalo sembuh ngrokok lagi yang banyak, biar sering ketemu saya.." JLEB!!

Sejak saat itu dia berhenti total dari merokok! Kok bisa? Soalnya NGALAMIN LANGSUNG! ngerasain sakit dan nyeseknya..
Kalo dia nanti bilang ke temen-temennya jangan merokok, pasti ada mulut-mulut gatel yang akan berkata: "cuiih!! Kamu juga dulu udud-tan!"

Saya dan ribuan orang lain yang mengajak berhijrah dari utang dan riba ini bukanlah profesor yang duduk manis di studio adem pakai AC, bercerita tentang tsunami.. kami ini nelayan yang babak belurrrr dihantam tsunami riba bertahun-tahun! Kalau kami ngomong tentang riba tapi gak mengalaminya ya gak seruuuu... garing... mengarang cerita indah..

Pilihannya, sudah terlanjur nyemplung di kubangan riba, dan berusaha keras membebaskan diri. Terus di ujung sana ada orang yang masih asik berenang dalam riba di usahanya, ada juga anak-anak muda imuttt yang belum pernah mainan riba tapi di depannya ada jebakan riba yang menganga..

Kalau kamu jadi saya, apa yang kamu lakukan?
A. Melambai kepada mereka dari dalam kubangan, dan mengajak nyemplung bareng biar banyak kawan!

Atau...

B. Melambai sambil berteriak kepada mereka.. jangan kesini!! Jangan kesini! Bahayaaa!!! Kami sudah mengalaminya..

Jika kami memilih B dan jadi alasan saya dan kawan-kawan yang hijrah layak diludahi, maka dengan dengan senang hati kami akan terima "CUIH!!" yang kamu lontarkan..

Tenaaang... di mata ALLAH yang membuat hina bukan karena lontaran ludah orang lain, tapi karena kelakuan kita yang menentang aturan-Nya..

Salam tanpa Cuih!!
@Saptuari

TAK ADA YG KEBETULAN

TIDAK ADA YANG KEBETULAN..

Dirimu pasti pernah mengalami hal-hal sederhana yang membuatmu merasa menjadi orang yang beruntung saat itu..
tidak harus dalam bentuk uang, bisa hanya peristiwa kecil yang sepele namun kalau kita mengambil hikmahnya pasti ada pesan dari ALLAH disana untuk kita..

Kalau belajar dari para guru agama, para ustadz, orang alim.. selalu mengingatkan manfaat dari sedekah yang diajarkan oleh para Nabi..
1. Akan mendatangkan rezeki
2. Menjauhkan dari sakit
3. Memanjangkan umur atas izin Allah
4. Menjauhkan malapetaka
5. Mendatangkan keberuntungan
6. Menenangkan hati
7. Bukti bahwa kita bersyukur atas rezeki yang ALLAH berikan.
8. Dan masih banyak efek positifnya yang akan kembali ke diri kita.

Kuncinya? Ikhlas...
apa itu ikhlas?..... Lillahita’ala, karena Allah semata. Bukan untuk mendapat pujian, atau agar mendapat stempel orang yang dermawan.

Kemarin saya berangkat ke Madiun, ada seminar “Kembali Ke Titik Nol” yang terlanjur kontrak 6 bulan lalu, padahal saya sudah pamitan off dulu dari seminar-seminar di luar Jogja agar bisa fokus menyelesaikan buku saya selanjutnya.

Jogja yang semakin macet, lebih enak manggil taksi online bisa duduk manis daripada ngerepotin istri saya nganter sampai ke stasiun. Sepanjang jalan saya ngobrol dengan drivernya, baru tau ternyata kalau bonus driver suka berubah-ubah tiap bulan. Kalau musim hujan panggilan tiada henti, kalau lagi sepi suka rebutan dengan driver lainnya, karena di Jogja saja ada lebih dari 7000 driver taksi online dari salah satu perusahaan yang ngehits itu. Belum yang lainnya.

Mendapat ilmu dari obrolan itu, ketika turun tagihannya 38 ribu, saya menyerahkan uang 50 ribu dan sponton bilang,
“Wis mas, kembalinya buatmu saja..”

“Wahaaa.. matur suwuun mas! Selamat jalan!”
Tampak bahagia gitu menerimanya..

Gak banyak, hanya 12 ribu saja.. tapi momen berikutnya akan membuat saya terpana..

Saya membawa dus berisi 50 buku pesanan panitia, berat juga ternyata! Sampai di dalam ruang tunggu saya gak kebagian tempat duduk, saya langsung naik ke peron 3, gak tau gerbong nomer 3 itu sebelah mana, asal berdiri ke senderen besi.
Kereta datang dari kejauhan.. penumpang sudah berkerumun di peron sepanjang 250 meter itu, kereta berhenti mereka bergegas mencari gerbongnya masing-masing.

Ada yang berlari ke belakang..
Ada yang bergegas ke depan...
tetep saja masuknya kayak uyel-uyelan.
Mbok sabar... kasih jalan penumpang yang mau turun..
Dan saya tetap bersender di besi menunggu sepi..
Keluarkan tiket dari dompet, tengok gerbong di depan saya..
kereta 3... nomer 7-13 masuk pass lewat pintu ini!
Laaah!
Sejak tadi langkah pertama berhenti saya tak beranjak, dan tempat duduk saya persis di depan mata..
Kereta ini seperti tau saya membawa dus berat, kalau diangkat jauh bikin pegel alahiyung pokoknya!

Tanpa harus lari ke belakang..
Tanpa harus berjalan jauh ke depan..
Atau malah kesandung-sandung ditabrak orang..
Hidup seperti dimudahkan..
Masya Allah..
saya memang mudah takjub! Tapi saya yakin ini bukan suatu kebetulan.

Pernah ketika saya mengerjakan sesuatu dengan hati ‘kemrungsung’ hasilnya juga berantakan..
ketika saya pergi dalam kondisi tegang, di jalan pernah juga ada halangan..

Dalam bisnis? Sama saja..
kalau bisnis dengan hati yang ada ganjelan hasilnya gak akan maksimal, apalagi sumber dan caranya dengan cara yang haram, atau mendzolimi orang lain, menipu rekan bisnis, percayalah gak akan bisa bertahan..

Jika hatimu loss tanpa ganjalan..
Dan engkau praktekkan ilmu “giving” dimanapun engkau berada..
Insya Allah keberuntungan akan selalu hadir di depan mata..

Salam,
@Saptuari

Saturday, January 20, 2018

UTANGKU GAK LUNAS-LUNAS!! ALLAH GAK DENGER DOAKU!

UTANGKU GAK LUNAS-LUNAS!! ALLAH GAK DENGER DOAKU!

Berapa banyak keluhan itu masuk ke chat saya di WA, FB Messenger, Telegram, atau Email.. jujur sih, secara manusiawi saya puyeng juga digempur ribuan curhatan yang mayoritas ngeluh dan nyaris putus asa dengan utang-utangnya yang belum juga selesai.

Saya kutip beberapa, jangan kaget yaa...
"Mas saya sudah 3 bulan lebih mengikuti anjuran mas, sholat tepat waktu, ibadah sunah juga, tapi jalan keluar gak ketemu-ketemu juga!"

"Usaha saya berulangkali bangkrut, saya sempat mikir untuk mati saja mas, capeeeek minta ampun didatangi debt colector terus. Doa siang malam tapi Allah gak juga menolong saya.."

"Saya tersandera tagihan kartu kredit ratusan juta mas, saya bahkan jadi budak sex atasan saya demi uang, semua saya bayarkan buat bayar cicilannya.. entah sampai kapan saya begini"

"Saya dan suami sudah manteb hijrah, tapi orang tua masih keras hatinya tidak ridho jika kami meninggalkan pekerjaan sekarang. Padahal hati kami sangat tersiksa dengan kondisi kami, gaji tiap bulan selalu kurang buat bayar cicilan. Berangkat kerja dengan baju rapi, tapi tersandera harga diri.. doa kami siang malam agar orang tua ridho belum Allah kabulkan.."

Daaaan masih banyak chat lainnya yang belum saya respon, per detik ini di FB Messenger saja ada 1948 chat unread! Maaf ya kawan-kawan semua... saya gak punya asisten untuk menjawabnya. Passionnya bakal beda kalo saya serahkan orang lain...

Ini adalah tamparan buat kita semua yang selama ini bersandar selain kepada ALLAH..

Kita punya tuhan lain yang kita jadikan sandaran dan harapan selain ALLAH..

Akhirnya di semua masalah yang kita hadapi termasuk soal utang yang kita cari adalah solusi... solusi... solusi.. solusi!

Padahal yang benar adalah mencari ampunan ALLAH! Kejar itu habis-habisan! Ketika ampunan ALLAH sudah di tangan, ALLAH sudah ridho maka solusi dengan mudahnya ALLAH hadirkan di depan mata... Min haitsu layah tasib (Dari jalan yang tidak terduga-duga)

Doa kita hanya lunas utang... lunas utang... lunas utang!
Padahal yang benar adalah minta ampun.. minta ampun... minta ampuuun!
Taubat total untuk kesalahan masa lalu.. kejar itu! Soal utang mah, ALLAH gampaaaang turun tangan menyelesaikan...

Ketika kita hanya fokus doa lunas utang, kita bisa tersandera menjadi egois! Gak lagi peduli pada anak yatim dan orang miskin.. yang jelas-jelas ALLAH minta kita mengasihi mereka di kondisi lapang dan sempit...

Alesannya klasik!
"Bagaimana saya mau sedekah mas! Buat bayar cicilan ajaaaa duitnya kurang terus!"

Nah itu! Merasa kuraaang teruuus, maka ALLAH akan membuat hidupnya terus dalam kekurangan.. mengejar harta yang tak akan pernah ada cukupnya!

Padahal ketika kita bersedekah niat lurus karena ALLAH, maka banyak doa-doa kita yang tertunda bisa menjadi terkabul lewat mulut anak-anak yatim dan duafa yang kita beri makan dan kita cukupkan nafkahnya..

Pagi ini hati gerimis dan mata meleleh membaca jawaban ALLAH lewat surat Al Fajr... ayat 15-20

Allah SWT berfirman:

"Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, Tuhanku telah memuliakanku."
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 15)

"Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, Tuhanku telah menghinaku."
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 16)

"Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,"
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 17)

"dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,"
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 18)

"sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),"
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 19)

"dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan."
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 20)

Hati teriris.. telinga terjewer perih..
"Duh Gusti ALLAH.. kulo nyuwun pangapunten"

@Saptuari
Group Facebook : Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

HIJRAH

SURAT DARI PEMBACA, KISAH HIJRAH YANG MENGGUGAH JIWA..
(Pengirim: Adhitya Rizkiwahana di Malang)

Assalamu’alikum wr wb kang Saptu... Pripun kabare, inshaAllah sehat nggih... Aamiin..

Pertama kenalan dulu ya mas, nama saya Adhitya Rizkiwahana, domisili di kota Malang, saya join dengan group FB njenengan, Belajar Wirausaha Bareng Saptuari kira-kira sekitar bulan Juli 2016.

Alhamdulillah dari group njenengan itu saya inshaAllah dapat hidayah yang memberikan dorongan sangat kuat bagi saya untuk memberanikan diri merubah jalan hidup saya mas.

Saya tak cerita sedikit boleh nggih mas, flashback ke 13 tahun yang lalu...

Alhamdulillah setelah lulus kuliah di UII Jogja jurusan akuntansi tahun 2003 saya langsung diterima kerja di salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia di kota Surabaya. Selang 2 bulan setelah diterima kerja saya langsung dapat fasilitas Kartu Kredit. Senenge jian ora umum.., kata orang-orang itu artinya kredibilitas saya sangat dipercaya oleh perbankan. Pertama kali kartu tak pake buat beli beberapa baju, harganya kalo gak salah sekitar 250 ribuan. Pas giliran dapat tagihan, ada informasi bayarnya gak perlu semua, boleh bayar Cuma 10% atau minimal 100 ribu. Wah kok penak tenan, batinku.. Akhirnya tak bayar minimal aja 100 ribu. Terus selanjutnya belanja2 lagi, seneng-seneng, nraktir cewekku dan lain-lain pake kartu terus, bayarnya gak pernah telat dan minimum terus. Selang beberapa bulan limitnya dinaikkan hampir 2 kali lipat. Wah tambah sip ki.. Gesek terus...!! Selang beberapa bulan lagi banyak tawaran-tawaran aplikasi kartu kredit dari bank-bank lain. Limitnya tambah lebih besar lagi.. Joss tenan..!!

Tahun 2007 awal ngajukan KPR dan “alhamdulillah” di acc. Juni 2007 anak pertama lahir. “Kebahagiaan” yang luar biasa karena sudah punya rumah sediri pada saat anak pertama lahir. Akhirnya kebutuhan hidup meningkat, keuangan mepet, satu-satunya “penyelamat” adalah memanfaatkan kartu kredit untuk belanja kebutuhan hidup, beli perabotan dan lain-lain. Gesek terus, bayar minimal terus dan gak pernah telat. Karena gak pernah telah, akhirnya dikasih “kepercayaan” oleh bank limitnya dinaikkan lagi. Tawaran dari bank-bank lain berdatangan, saya dan istri total punya 10 kartu kredit, bahkan limit yang tertinggi sampe 60 jutaan. Kartu kredit benar-benar “penyelamat” masalah keuangan saya. Akhirnya semua pake kartu kredit, belanja gesek, renovasi rumah gesek tunai, bayar ini bayar itu pake kartu kredit.

Gak sadar akhirnya total utangku udah sampe ratusan juta. Modyar aku...!! limit kartu udah penuh semua, akhirnya gali lubang tutup lubang. Gesek kartu sana buat bayar kartu sini, gesek kartu sini buat bayar kartu sana. Lama2 mentok juga limitnya. Terus pake sistem roll over lewat toko emas. Akhirnya mentok lagi. Saya sama istri jadi lenger-lenger sendiri. Piye iki jum...???

Tahun 2015 akhir kami putuskan untuk jual rumah buat nutup semua utang, ngungsi sementara ke rumah orang tua di Malang. Plan nya, jual rumah buat nutup utang, terus sisanya buat DP KPR lagi.

Kembali lagi ke tahun 2003 nggih. Waktu itu saya diterima kerja di Bank BUMN “biru kuning”, bank dengan asset terbesar di Indonesia. Sejak pertama kerja sudah sangat dekat dan mudah dengan urusan utang piutang, bunga, denda, penalty, angsuran, dan lain-lain. Banyak sekali kemudahan-kemudahannya dalam urusan utang-utangan. Dibungkus dengan gedung megah, sofa dan AC, tutur kata yang santun serta dasi dan blazer benar-benar serasa orang “ningrat”.

Kerja di bank sampe tahun 2010, akhirnya saya resign dan pindah ke perusahaan multifinance (leasing). Tertarik karena katanya bonusannya besar. “Alhamdulillah” karir saya di perusahaan baru cukup melesat, cukup banyak karyawan lain yang kesalip, dapat fasilitas mobil baru, dengan jabatan terakhir Area Manager. Inti tugasnya hanya sederhana, yaitu “bisa jual, bisa nagih”, pasti bonus lancar. Bisa jual artinya ngasih kredit sebanyak-banyaknya, bisa nagih artinya jangan ada nasabah yang nunggak.

Akhirnya dengan segala strategi, trik, teknik, tipu daya dan muslihat banyak booking penjualan. Orang gak butuh duit dipaksa kredit, orang anaknya masuk rumah sakit butuh dana dipaksa ngutang, orang butuh dana buat daftar sekolah dirayu pinjem dan lain sebagainya dengan bujuk rayu yang luar biasa. Bunganya ngalah-ngalahin kartu kredit. Pas giliran jatuh tempo telat sehari, sudah harus pasang tampang sangar. Gak peduli anak masuk rumah sakit, orang tua meninggal, usaha lagi sepi, banyak kebutuhan, taunya angsurannya harus dibayar!!

Mulai muncul caci maki dan sumpah serapah, kadang-kadang ngajak gelut barang. Dalihnya: “njenengan kan dulu saat butuh dana sudah kami bantu, sekarang tinggal kewajiban njenengan bayar angsurannya”, itu versi halusnya. Versi agak ekstrim nya: “bu utang itu dibawa sampe mati lho, klo tau-tau besok ibu meninggal nanti berat di alam kuburnya”.

Yang lebih ekstrim lagi nagih sampe teriak-teriak di kampung biar semua tetangga tau kalo dia punya utang, teriak-teriak di rumah sakit pas anak nasabah sedang opname, sita motor di tengah jalan persis seperti begal! Dan hebatnya lagi aktifitas itu seperti “dilindungi” oleh hukum dengan adanya pengikatan jaminan secara fidusia.

Semua aktifitas itu terjadi atas instruksi saya dan atasan saya. Karena buat saya dan atasan yang penting gak boleh nunggak! Kalo nunggak bonus gak keluar. Kalo kembali ke kantor tanpa setoran tagihan segala caci maki dan sumpah serapah keluar dari mulut saya, tidak peduli bagaimana kondisi nasabah di lapangan.

Setiap akhir bulan selalu identik dengan suara oktaf tinggi dan sumpah serapah. Kalo saya gak masuk target, saya gak dapat bonus bahkan gaji bisa dipotong. Kalo gak dapat bonus atau gaji dipotong gimana saya bisa bayar cicilan saya yang segunung...???

Kolektor yang takut dengan amarah saya kalo gak masuk target akhirnya mereka harus nalangi angsuran nasabahnya. Kalo gak punya uang buat talangan mereka pinjam ke rentenir keliling yang sudah siap bawa uang tunai dengan bunga 10% per bulan. Edan tenan..

Kalo ada kolektor yang gak kuat dan akhirnya nyerah, akhirnya saya juga harus siapkan dana talangan angsuran nasabah. Dananya dari mana? Ya dari gesek tunai kartu kredit juga. Daripada gaji saya dipotong dan dimaki-maki sama atasan saya. Alhasil utang saya nambah terus. Mumet Jum..!!

Saya jadi orang yang kejam, bengis, mudah marah, raja tega gak peduli sama orang lain, jarang sholat, mau sedekah eman karena untuk biaya harian aja sudah pas-pasan, padahal saya termasuk bos dan bawa mobil bagus. Saya hanya takut pada atasan. Beban kerja juga luar biasa, rasanya waktu 24 jam sehari tidaklah cukup. Keluarga terabaikan. Yang dipikirin cuma uang, mendidik bawahan juga orientasinya pada uang. Kerja pancingannya harus dengan uang/materi. Dalihnya: “kamu harus sejahtera biar bisa berbagi dengan sesama, biar bisa sedekah, biar bisa nyumbang anak yatim, bahagiakan keluarga, ortu, dll. Klo mau sejahtera harus dapat bonus sebanyak-banyaknya, bla bla bla...”
Yang ada di pikiran saya cuma gimana caranya cari uang sebanyak-banyak nya biar bisa bayar cicilan, dan nutup semua hutang.

Sampai di akhir tahun 2015, saya dan istri putuskan mau jual rumah untuk bayar semua utang. Istri berhenti kerja dari bank dan ikut ngungsi dari Sidoarjo kerumah orang tua bulan Januari 2016 di Malang. Rumah saya iklankan, saya tawarkan ke teman-teman dan saudara-saudara. Sambil cari-cari pandangan pandangan rumah baru dengan harapan sisa hasil jual rumah setelah nutup semua utang bisa untuk DP KPR lagi. Mulai dari titik nol rencananya.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan tidak ada satupun yang merespon iklan rumah saya dengan serius. Ada yang serius tapi lost deal. Ada juga yang menyepelekan, “kemahalan mas, rumah gitu aja”. Udah ada yang katanya serius dan cocok, tapi uang nya belum ada, ditunggu-tunggu malah gak jelas.

Udah istri gak kerja, tagihan nambah terus, rumah gak laku-laku tambah stress gak karu-karuan. Istri rencana mau buka usaha tapi ada aja halangannya, jadi gagal terus. Keuangan semakin menipis, mesti banyak berhemat. Saya kerja naik mobil, tapi kalo lagi sendirian seringkali gak makan siang karena harus ngirit. Tapi kalo pas kumpul2 sama anak buah mau gak mau harus nraktir makan, gengsi boss..!!

Stress nya sudah sampe tingkat dewa! stress sama kerjaan, sama tekanan yang sudah “gak manusiawi”, stress sama kondisi keuangan keluarga, stress karena istri stress gak kerja yang kadang-kadang gak akur sama ibu saya. Stress nya udah luar dalam, atas bawah, kiri kanan, depan belakang!

Sekitar Juli pertengahan pas mendekati lebaran saya nemu group FB nya mas Saptuari. Niat awalnya sih mau carikan prospek usaha buat istri, karena nama group FB mas Saptuari kan Belajar Wirausaha Bareng Saptuari. Biar istri gak stress karena gak kerja mungkin sekalian bisa bantu ekonomi keluarga, bantu bayar cicilan.
Semakin ke dalam saya ikuti kok pembahasannya cenderung sosial agamis dan yang paling penting pembahasan tentang riba. Saya mulai semakin tertarik mempelajari riba. Saya juga cari group-group lain yang membahas masalah bahaya riba dan saya join. Saya pelajari dalil-dalilnya dan adzab nya, ternyata ngeRIBAnget. Saya sadar 13 tahun ke belakang jalan saya sudah salah.

Alhamdulillah gak butuh waktu lama saya langsung sholat taubat dan berusaha terus Sholat 5 waktu gak pernah lepas. Sholat malam saya lakukan semampu saya. Bukan bermaksud riya’, Istri dan anak2 saya sampe heran dengan perubahan saya. Tapi saya belum sampaikan apa-apa ke istri saya. Pas ada kesempatan berdua (yang sangat jarang sekali), akhirnya saya bicara soal riba. Saya share group mas Saptu ke istri saya biar dia juga baca-baca. Kita bahas bahwa mungkin jalan hidup kita ini sudah salah. Saya bilang bahwa kita harus benar-benar ber Azzam bahwa kita harus keluar dari riba. Akhirnya sang istri support. Saya harus resign dari kerjaan saya yang secepatnya..!!

Tapi tidak semudah itu. Klo saya resign sekaran cicilan siapa yang bayar? keluarga makan apa? Bagaiman respon orang tua, keluarga?
Sementara semua kami pendam dulu. Kami besama-sama perbaiki ibadah kami, dengan terus ber Azzam kepada Allah untuk keluar dari riba.

Setelah lebaran akhirnya istri saya punya ide untuk buka lundry kiloan, yang selama ini tidak pernah terpikirkan. Prosesnya ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Karena kami masih numpang dirumah ortu tetap saja masih muncul friksi. Namun alhamdulillah akhirnya berdirilah “rizkilaundry” yang dikelola istri pada tanggal 30 Juli 2016. Alhamdulillah dalam bulan pertama selama bulan Juli omzet masih 800 ribu sebulan, masih minim sekali.
Tapi rumah masih juga belum laku, itu yang masih jadi beban utama. Karena menurut kami rumah harus laku dulu, biar bisa nutup semua hutang dan bisa pengajuan resign. Sisa penjualan rumah rencana buat modal usaha.

Seiring perjalanan usaha laundry perlahan kami sampaikan kepada keluarga rencana saya untuk berhenti kerja di perusahaan leasing. Awalnya semua menentang. Mengkhawatirkan nasib anak dan istri saya bagaimana kalo saya tidak kerja. Sedangkan untuk usaha saya tidak punya pengalaman sama sekali, dan resikonya terlalu besar. Apalagi semua silsilah dalam keluarga saya adalah seorang karyawan sejati, tidak ada yang wirausaha. Perlahan kami mejelaskan tentang riba dan bahayanya, dan meyakinkan bahwa rizki itu dari Allah. Alhamdulillah akhirnya semua support dan banyak memberikan masukan.

Dari FB saya akhirnya banyak join group-group yang bersifat religius. Banyak ilmu dan pelajaran yang saya dan istri bisa ambil. Akhirnya semua proses nya saya pasrahkan kepada Allah sambil saya terus mohon dan ikhtiar. Saya percaya apa pun yang terjadi semua atas ijin Allah. Emosi saya jadi lebih terkendali. Bahkan di lingkungan kantor banyak yang bertanya-tanya kok saya tidak lagi se “sangar” dulu. Ada yang menilai saya melemah. Bahkan atasan saya pernah memarahi saya dengan kata-kata “kalo tidak bisa tegas jangan jadi pemimpin..!!”

Benar memang kalo riba itu menghilangkan sisi humanis, membuat hati sekeras batu, membuat orang jadi kejam, bengis dan tidak peduli dengan orang lain! Hanya memikirikan sisi duniawi, ibadah hanya bumbu hidup saja biar kelihatan agamis. MemperTuhankan uang. Membuat waktu tidak akan pernah cukup. Dan itu akan menjadi lingkaran setan selama kita tidak berani benar-benar keluar dari kubangan riba, baik penerima riba maupun pemakan riba.

Mukjizat benar-benar terjadi. Istri saya terketuk untuk memberi makan anak yatim di Panti Asuhan. Dan pada hari Jumat, tanggal 09 September 2016 sebelum jumatan kami kirim makan siang ke Panti Asuhan, sambil berdoa kepada Allah dan meminta bantuan doa dari anak Yatim agar keinginan kami sekeluarga diberikan kelancaran. Hari sabtu tanggal 10 September 2016 pagi sekitar jam 7 ada orang bernama pak Agus telp saya menanyakan apakah rumah saya dijual dan rencananya jam 9 akan lihat ke lokasi. Saya bilang silahkan dan kunci rumah saya titipkan ke tetangga saya. Sekitar jam 12 siang pak Agus telp lagi dan bilang klo rumahnya cocok, kemudian menanyakan masalah harga. Saya bilang besok saja ketemuan, saya meluncur ke sidoarjo.

Hari minggu tanggal 11 September 2016 jam 10 pagi kami bertemu. Setelah ngobrol-ngrobol, saya sebutkan harga penawaran pak Agus langsung deal tanpa banyak nego. Bahkan beliau menyetujui semua biaya beliau yang tanggung. Selasa tanggal 13 September 2016 janjian untuk sama-sama ke notaris. Akhirnya hari Rabu tanggal 14 September 2016 ketemu di notaris, dan semuanya langsung dibayar lunas oleh pak Agus. Dan sorenya saya langsung menghadap atasan saya untuk menyampaikan pengunduran diri saya.

Subhanallah, Allahu akbar...!!
Tidak ada yang kebetulan, semua terjadi atas ijin Allah.. Sungguh benar2 nyata pertolongan Allah..
“maka nikmat mana yang kau dustakan”

Pengunduran diri saya disetujui efektif per tanggal 1 November 2016. Alhamdulillah hutang-hutang riba mulai saya lunasi semua. Saya putuskan untuk tidak jadi ajukan KPR, sementara minta ijin ortu untuk numpang dulu. Bertekad bulat membebaskan kami dari segala bentuk hutang dan riba. Alhamdulillah laundry istri saya sudah mulai rame. InshaAllah saya akan memulai usaha warung makan setelah saya efektif resign.
Alhamdulillah Allah menurunkan hidayahnya melalui group Belajar Wirausaha Bareng Saptuari.

Mohon saya dibantu doa agar tetap diberikan iman dan keteguhan hati, aamiin.
“Yaa muqollibal qulub, tsabbit qolbi”ala diinik”

Karena kami yakin ini baru tahap awal dari hijrah kami, dan pasti akan banyak aral melintang.

Sementara cekap semanten nggih mas Saptuari, matur nuwun sanget.

Wassalamu’alaikum warrohmatulloohiwabarokaatuh.

~adhit~
0818380712
FB: Adhitya Rizkiwahana
Fanpage: #shabusoupmalang

Group Facebook : Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

ILMU YAKIN

ILMU YAKIN...
Minggu lalu saya dapat rejeki, waktu pulang dari satu tempat saya melihat seorang simbah-simbah berkain jarik membawa tenggok bambu sedang berjalan di pinggir jalan aspal yang ramai, langsung motor saya pepetkan di depan simbah itu..
"Ajeng ten pundi mbah? Monggo sareng leh kulo.." Saya mengajak simbah itu untuk saya boncengkan.
"Inggih mas, matur nuwun.." Tanpa ragu simbah itu naik ke boncengan, siuuutt! PW.. Posisi wuenak!
Motor saya gas pelan, ternyata siang itu saya akan dapat ilmu baru..

Namanya mbah Muji, sehari-hari jualan toge di sebuah pasar di Jogja. Kalau pagi mbah Muji diantar oleh cucunya naik motor sejauh 6 kilometer, cucunya lanjut kerja sampai sore sehingga tidak bisa menjemput mbah Muji ke pasar. Bubaran pasar jam 11 siang, mbah Muji pulang dengan naik bis, turun di perempatan jalan besar, lalu harus berjalan kaki 3 kilo sampai ke rumah di siang hari yang panas itu.. 
Whottt! Jalan kaki pulangnya?

Eits, tunggu dulu.. Begini terjemahannya dari bahasa Jawa,
"Simbah dulu naik sepada mas tiap ke pasar, cuman sudah 5 tahun ini simbah diantar, pulangnya ngebis, sudah nggak kuat naik sepeda pulang-pergi.."
"Lho bukannya kalau pulang juga jalannya jauh mbah, 3 kilo lho sampai dusun nya simbah.."
"Mboten mas, selama 5 tahun ini hanya 3-4 kali simbah jalan sampai rumah, selalu tiap hari ada saja yang memboncengkan simbah, gonti-ganti orangnya, simbah diantar sampai depan rumah.. Simbah juga gak kenal mereka, ada yang tentara, ada yang cah kuliah, bergantian mereka memboncengkan simbah, Simbah yakin saja, pasti Allah yang akan memilihkan dari ratusan orang yang lewat di jalan itu untuk mengantar simbah setiap hari.. Biar jadi pahala mereka semua, simbah tidak bisa membalasnya..."

Wow.. Ilmu yakin Mbah Muji ini mengalahkan teknologi gojek, yang harus pakai gadged untuk memanggil jemputannya.
Seperti siang ini, "ilmu yakin" mbah Muji yang menarik motor saya dapat giliran mendekat dan merapat di depan langkahnya..
Besok pasti ada orang lain yang akan merapat lagi, mengantarkan simbah untuk pulang ke rumah.. Yakin deh! Dengan perbandingan 5 tahun hanya sesekali jalan kaki, simbah membuktikan Allah hadir setiap hari..

Bagaimana dengan kita?
Ketika "ilmu yakin" belum nancep di dada, kita sering ragu ketika berhadapan dengan masalah, yang dicari selalu solusi, bukan Allah.. Padahal Allah lah pemilik segala solusi.
Jadinya Allah dilupakan, solusi malah gak datang-datang..

Ketika masalah-masalah tak kunjung selesai, kita bersandar pada manusia yang juga lemah, curhat kesana sini, malah seperti mengumbar aib sendiri..

Padahal pesan Allah sangat jelas,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”
[QS. Ath Tholaq: 2-3]

Hutang belum selesai, sabarrr.. Bersandar terus pada Allah biar dikasih jalan keluar..
Ibadahnya makin digenjot habis, habissss sehabis-habisnya!

Masalah-masalah seperti buntu, gak ada jalan keluar, sabarr.. Minta ke Allah langsung semua solusinya, yakin pasti ada jalannya..

Ilmu yakin, "Aku ini diciptakan oleh Zat Yang Maha Kaya, kenapa aku harus takut menjadi miskin.."

Simbah sudah sampai di depan rumah, saya pamitan langsung, sambil menyalaminya, simbah mengguyuri saya dengan doa-doa yang membuat saya merinding mendengarnya..

Jogja yang panas siang ini, entah mengapa jadi terasa sejuk tembus ke hati...

Salam,
@Saptuari
Group Facebook : Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

DOKTER-PRENEUR

DOKTER-PRENEUR! DOKTER LULUSAN UGM YANG JADI PEMBERSIH SEPATU

Dari hobi membersihkan sepatu, dokter muda ini punya 20 cabang usaha Shoes And Care hingga di Singapura!

Sudah 4 bulan saya tidak siaran Kongkow Bisnis di Geronimo FM Jogja, malam tadi saya diundang lagi buat membredel tamunya di Acara Kobis Live di Dixie. Menarik kali ini.. Saya harus berdecak kagum dengan keuletannya! Baca obrolannya dibawah ini.. Akan bikin kepalamu meletup!!

"Nama Saya Tirta Hudhi, umur saya 25 tahun mas.. Saya tukang bersih-bersih sepatu, karena itu hobi saya sejak dulu. Seneng kalo ngelihat sepatu yang bersih. Pekerjaan saya sehari-hari sebagai dokter umum di RSA UGM di Ringroad Utara Jogja, rencana mau ambil spesialis bedah juga.. "

Whoootttt!! *saya mendelik
"Bentar-bentar! Dokter beneran kamu ini? Bukan dokter bedah sepatu... "

"Beneran mas.. Asli saya Karanganyar (Solo coret hehe) 3,5 tahun saya kuliah kedokteran di UGM dari tahun 2009, lanjut koas selesai tahun 2015, langsung kerja di rumah sakit. Dulu waktu ngekost di daerah Pogung saya seneng bener bersih-bersih sepatu, terus saya pajang di depan kamar kost, eh banyak temen-temen yang nitip, lama-lama makin banyak. Ada temen yang usul, sekalian aja kamu bisnisin dapet duit. Eh bener juga ya.. Pas waktu itu saya harus membeli buku-buku kedokteran yang mahal, gak mau jadi beban orang tua saya harus membeli buku-buku itu sendiri. Jadi kalo pulang kuliah jam 3 sore, saya di kost membersihkan sepatu pesanan, sampai jam 9 malam, lanjut belajar deh!"

"Wow! Gak gengsi kamu ini.. Mahasiswa kedokteran jadi tukang bersih-bersih sepatu?"

"Ngapain juga gengsi mas, dapat uang halal kok. Sampai akhirnya saya online-kan di forum jual beli kaskus, pesanan makin banyak bahkan dari luar kota. Sepatu dikirim ke jogja, saya dibersihan terus dikirimkan lagi. Modal pertama hanya 400 ribu saja, buat beli alat-alatnya. Tahun berikutnya saya mendapat investor dari kawan ayah saya, 25 juta bikin toko pertama di alun-alun kidul Jogja. Dalam 3 bulan sudah balik modal, saya bagi hasil 20% untuk investornya."

"Wuuuik... Dari bersih-bersih sepatu bisa dapet 8 jutaan dong sebulan!"

"Saya mainkan di semua sosial media, pesanan jasa makin banyak, pernah kami dapat kiriman sepatu dari Bali, harganya itu 120 juta.. Sepatu mahaaal.. Padahal ongkos membersihkannya hanya 100ribu, dia puas akhirnya rutin jadi pelanggan kami. Satu outlet sekarang ada 2-3 karyawan. Saya mulai ekspansi bertahap ke berbagai kota, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Medan, Tangerang, Pelembang hingga ke Singapura. Total ada 20 outlet saat ini dengan 85 karyawan. Outlet yang di Singapore karyawan saya juga orang sana.. Bukan dari Indonesia"

"Dalam 3 tahun bisnismu bisa cepat ekspansinya, kamu mengajak investor atau dengan utang?"

"Dari 20 outlet yang saya miliki 75% milik saya sendiri, 25% join dengan investor. Saya tidak pernah mengembangkan usaha dengan utang mas. Tiap dapat untung dari outlet-outlet saya putar terus untuk membuka cabang baru. Ayah saya mengajarkan jangan pernah membuka usaha dengan utang.. Itu hanya akan memberatkan, padahal ayah saya dulu kerjanya di BPR" lanjut Tirta sambil tertawa..

"Kamu masarin jasa kamu lewat sosial media?"

"Iya mas, all sosmed kami pakai. Kami di Shoes And Care pernah dapat penghargaan dari Google Singapore sebagai salah satu jasa yang paling banyak dicari di internet. Karena hasil kerja kami bagus dan memuaskan, ada perusahaan di Italy yang merekomendasikan kami menjadi rujukan untuk perawatan sepatu di Asia Tenggara. Kami juga kaget pernah dapat kiriman sepatu dari Belanda. Ongkos bersihinnya 10 Euro, ongkos kirimnya 40 Euro. Lebih mahal ongkirnya, Tapi orangnya puas.. Seminggu beres sepatu kami kirimkan lagi ke Belanda"

"Muantab.... target kamu apa ke depan?"

"MEA sudah terbuka mas, saya punya impian Outlet Shoes And Care akan ada di Thailand, Vietnam, Malaysia, Brunei dan negara-negara lainnya, tapi saya tetap jadi dokter bedah di Jogja saja.."

Pasti bisaaa Tirtaaa!

Saya bertanya lagi di jeda waktu, ketika tidak on air diselingi lagu live dari band disana.

"Dengan 20 outlet, produk jasa.. Kamu pasti mampu dong beli mobil cash sendiri sekarang?"

"Mampu mas.. "

"Sudah beli? Mobil apa?"

"Belum mas.. Saya masih pakai motor Honda Supra 125 kemana-mana, uangnya mending saya tabung buat buka outlet lagi nantinya.."

Hehehe!! Tamparan kerasssss dari mas Dokter buat yang sok gaya beli mobil kreditan! Yang sudah sukses dan mampu beli  cash aja menunda kesenangan, daripada yang maksa beli demi pamer dan gaya hidup, tapi habis itu pusiiiiiing mikir cicilan!

Ok mas Dokter!! Suksesss terus untukmu!
MAINKAN!!! Yang merduuuu... 🎶🎼

Salam,
@Saptuari
Group Facebook : Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

GENGSI?

GENGSI? MAKAN DEH ITU GENGSI!

Di usaha kuliner saya pernah dicoba rekrut mahasiswa yang kerja paruh waktu 6 jam saja. Awalnya semangat, tapi ketika diterapkan kerja bareng-bareng, kalau pas meja depan kosong wajib membantu tim yang di dapur untuk nyuci piring atau mengepel lantai, satu persatu mundur dalam waktu satu bulan. Alesannya macem-macem, yang ada kuliah dadakan, ada yang ada praktikum susulan, ada yang sibuk di kegiatan mahasiswa dan alasan-alasan nggedabusss lainnya..

Awalnya sih semangat, tapi kalo suruh nyuci piring, ngepel lantai, ngelap meja... "hellllooooww guweh ini mahasiswa gitu loooh!!
Kalau pas kerja kayak gitu ada temen kampus guweh ngelihat kan gengsiii gaesss!!"

Saya mah gak ambil pusing, banyak alesan dan banyak ngeluh silahkan pergi secepat-cepatnya.. kita mah gak butuh manusia yang makan gengsi. Biasa minta-minta uang sama orang tua, terus alesan mau belajar kerja, kotor sedikit sudah ngeluh seolah paling menderita sedunia!

Saya ingat tahun 1998 dulu waktu awal kuliah di UGM sambil memulai usaha, pulang kuliah sambil memboncengkan ayam-ayam hidup pakai keranjang dari bambu adalah hal biasa. Lain waktu tas punggung saya isinya celana gunung, batik, atau sticker yang saya jual keliling dari pintu-pintu kamar kos kawan, hingga setor di swalayan kopma-kopma di berbagai kampus. Dari sanalah saya mendapatkan rejeki halal yang bisa untuk membiaya kuliah saya hampir 6 tahun.. berdarah-darah iya, tapi nikmatnya luar biasa.. waktu wisuda saya bisa berdiri tegak di depan ibu, sambil menghadirkan sosok imaginer almarhum ayah saya, bahwa saya gak merepotkan ibu sejak mahasiswa sampai diwisuda.. ternyata bisa!

Apakah semua mahasiswa gengsian?
Aaah enggak ternyata.. 2016 ini saya masih menemukan mutiara-mutiara itu.

Hampir tiap bulan ada mahasiswi yang kuliah di Jerman dengan biaya sendiri mengirim uang 2 juta via paypall untuk #SedekahRombongan.
Ketika saya tanya uangnya dari mana, dia menjawab yang membuat saya takjub
"Saya kuliah sambil kerja mas, di sebuah restoran, kadang di dapur motong-motong cabe, bawang, sampai bersih-bersih kaca. Saya enjoy kok mas, Alhamdulillah saya bisa rutin bersedekah tiap bulan"

Ada cerita kawan lain yang sedang mengambil kuliah S2 di Australia, setiap hari loper koran keliling pakai sepeda disana. Pagi yang dingin, dia kadang sholat subuh menggelar sajadah di pinggir jalan sebelum melanjutkan mengayuh sepedanya.

Ada juga mahasiswa yang rela jualan di minggu pagi selasar car free day, atau keluar masuk pasar mengambil batik terus dijualnya  lewat instagram.

Gengsi? Gak bakal kenyang makan gengsi.. baru belajar kerja sudah gengsi tanpa jiwa mengabdi, besok kalau kerja mentalnya pasti hanya asal kerja, hanya ngejar duit gak ada passionnya..

Potongan koran yang saya temukan beberapa waktu lalu bikin takjub. Istri wakil walikota Malang bu Endang Taqiyyati yang berjualan di warung kampus UIN Maulana Malik Ibrahim, beliau tidak ingin hidup bermewah-mewah yang bisa menjadi penyebab suaminya korupsi.

Kalau di hatimu masih ada gengsi, buang ke laut jauh-jauuuh.. tenggelamkan sampai dasar lautan!
Jangan izinkan dia balik lagi jadi benih-benih kesombongan...

Salam,
@Saptuari
Group Facebook : Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

DOA PARA PENDOA

DOA PARA PENDOA...
Bisnis rame dan sepi itu biasa, omzet naik turun juga biasa, alamiah, wajar, semua mengalami..
Yang punya bisnis kuliner dan mainan sosmed pasti sudah tau cara ngundang massa, difoto makanannya dengan cantik, atur posisi sana-sini, geser kesini toppingnya biar menarik mata, kasih tambahan kuah dan saos biar menggoda selera, lalu jepreeettt!! upload ke instagram, facebook atau twitter. Dikasih hastag yang bikin puyeng pembaca.. Hehe, asal banyak hastagnya berharap ada yang menemukan postingan di warungnya..

Saya? Aaah sama sadja.. Ketika masuk Google maps kamu ketik "Tengkleng Hohah" langsung terdeteksi lokasinya, pencet tanda gambar mobilnya dan kamu akan dipandu hingga ke lokasi warung penyuka kambing ini. Atau kamu masuk aplikasi Gojek, pilih GoFood, cari Tengkleng Hohah, pilihan menu dan makanan bisa kamu pilih, klik pesan, Tengkleng and thegank siap diantarkan..

Apakah semua eksistensi di sosmed itu bakal bikin warungmu langsung rame? Beluuum tentu.. Emang kalau pasang baliho paling besar jaminan bakal orang berduyun-duyun mau datang?

Hehe, inilah uniknya dunia usaha. Rejeki itu bukan dari konsumen, mereka itu hanya perantara sadja, rejeki itu tetap hak mutlaknya Allah, ada kekuatan SUPER X yang bisa menggiring massa mendatangi warungmu, makan, dan dengan suka rela mereka mengeluarkan dompetnya makan di warungmu..
Kekuatan SUPER X itu gak sembarangan orang tau caranya, atau paham ilmunya, tapi begitu powerfullnya hingga bisa menggerakkan hati orang-orang yang lewat di dekat warungmu mau mengendorkan gas lalu memarkir kendaraannya,
Kekuatan yang bisa menggerakan mata pengendara yang lewat, tiba-tiba tertarik dengan plang warungmu dan dalam sekian detik dia memutuskan untuk mampir..

Apa itu mas?
Apa hayooo....? Hehe mau tau buanget atau mau tau ajaaah.. Mrengess dulu dooong 😁

Ketika saya mengisi seminar bareng mas Jody Broto Suseno, Owner jaringan Waroeng Steak n Shake yang rame itu, saya mendengar langsung dia berkata begini..
"Saya punya beberapa warung di sekitaran jalan Gejayan Jogja, ada Waroeng Steak n Shake, Bebek pak Slamet, the penyeters, Warung Ayam Kampung, dan The Icon, tiap saya lewat daerah sana, saya selalu bershalawat, saya doakan semua warung di sekitar sana rame semua.. Saya tengok kanan sholawat, tengok kiri sholawat, gak peduli itu warungnya siapa, pokoknya saya doakan.. Doa yang baik itu akan kembali kepada yang mendoakan, ketika saya mendoakan semua rame, Alhamdulillah warung saya juga rame.."

Tuuh.. Udah dipraktekkan oleh masternya kuliner Jogja, doa yang baik, bukan doa yang penuh kebencian, bukan doa yang mendoakan usaha orang lain sepi, atau hancur berantakan..
Energi positif akan mengundang energi positif, energi negatif akan mengundang energi negatif pula. Makanya orang yang selalu berfikir dan berkelakuan negatif, dia mengundang kesialan beruntun dalam hidupnya..

Waktu itu usai Isya saya duduk sendirian di depan warung, saya tanya kepada manager warung bagaimana penjualan hari ini,
"Agak sepi nih mas, mungkin karena akhir bulan pada belum gajian, jadi pada ngirit gak jajan di luar.." Katanya

Dari jauh ada lelaki tua naik sepeda memboncengkan dua anak kecil.. Aaah bapak itu, muadzin di masjid kampung sebelah. Saya mengenalnya, suara paraunya setiap subuh sudah bergema, dia yang mewakafkan tanah di sebelah rumahnya untuk di jadikan masjid, dialah orang kaya sesungguhnya.. Setiap pagi dengan sepeda yang sudah karatan berangkat ke sawah sebagai buruh tani, mengerjakan sawah orang lain dengan bayaran tak seberapa.
"Pak.. Pak.. Sekedap pak!" Saya memanggilnya.
"Pripun mas? Sehat to panjenengan..?"
"Sehat pak, Alhamdulillah.. Saya nyuwun panjenengan meninggalkan doa Al Fatehah untuk warung saya malam ini, doa dari panjenengan langsung.."
Dengan berdiri memegang stang sepeda pak tua itu menunduk, membacakan Al Fatehah seperti yang saya minta.. Menutupnya dengan mengusap wajahnya..
"Sampun mas.. Kulo lanjut nggih, ajeng ngeterke anak kulo tumbas  buah"
Saya langsung menyelipkan selembar uang kepada anak-anak itu, mereka menerimanya dengan mata berbinar-binar.. Ilmu sedekah di muka..
Bayangan tubuh mereka naik sepeda sekilas tampak dari sorot lampu mobil yang bersliweran..

Saya duduk lagi, tak lama berselang sebuah mobil berhenti.. 3 orang masuk ke dalam, pesan tengkleng dan sate bebarengan..
Tiba-tiba berhenti dua mobil lagi, rombongan  yang baru pulang wisata di Gunung Kidul.. Satu.. Dua.. Tiga.. Empat... Sepuluh orang turun bebarengan, riuh rendah dengan suara candaan..
Satu.. dua motor ikut berhenti..
Satu lagi mobil kebagian parkir di timur sana..
Tidak ada setengah jam, seluruh meja telah terisi wajah-wajah orang kelaparan.. Lima karyawan warung tampak kewalahan.. Saya pun turun tangan, ikut menata piring-piring sate untuk dihidangkan..

Hampir jam setengah sepuluh malam, saya bertanya pada Agus manager saya,
"Piye gus?"
"Ludessss boss! Ludeeesss...!"

Aaahh, sambil berjalan pulang saya memandang langit penuh bintang...
Gusti Allah itu mboten sare..
Sungguh..
Allah itu tak pernah tidur..

@Saptuari
Group Facebook : Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

SOSOK POSITIF

SOSOK POSITIF KALI INI: ANAK DESA YANG SUDAH KELILING 12 NEGARA.. MAU BAGI BUKU GRATIS UNTUK KAMU SEMUA!

Ketemu mas Wantik Suwantik Yoso Sumarto pertama kali saya langsung kerasa aura positifinya. Wajahnya cerah penuh senyuman, prengas-prenges gak mikir utang.. hehe

“Turun di stasiun Maguwo dari Solo saya langsung cari mushola mas, sejak kemarin WA saya belum dijawab mas Saptu, usai sholat dan zikir saya buka HP dah masuk WA mas Saptu, saya langsung meluncur ke sini...” katanya waktu itu

Mmm.. belum apa-apa saya langsung nangkep orang ini bersandar pada ALLAH untuk semua urusannya. Kami ngobrol dan kisah yang keluar dari mulutnya sangat bermakna..

“Saya ini yatim sejak kelas 5 SD Mas, bapak meninggal, simbok saya jualan di pasar sampai sekarang..” lanjutnya

“Laah persis seperti aku mas, bapakku juga meninggal pas kelas 5 SD, ibuku dulu juga jualan di pasar... salaman sesama anak yatim!” Hehe guyonan saya.

“Sejak kecil saya biasa hidup mandiri dan tidak mau merepotkan orang lain. Bapak dulu buka bengkel sepeda, tentu penghasilan gak seberapa, sejak remaja saya sudah bertekad bisa mencari uang sendiri. Lulus STM mesin saya bekerja di sebuah usaha milik orang Singapore menganyam rotan, belajar bahasa Inggris juga autodidak dan bisnis disini. Sampai akhirnya saya diminta mengelola sebuah usaha pembuatan meubel dengan bahan rotan dan eceng gondok. Disinilah kebuka pintu rejeki saya...”
Mas Wantik terus bercerita.
Saya selalu senang jadi pendengar yang baik saja..

“Jatuh bangun diproses itu saya jalani mas, sampai saya jadi direktur sekarang, usaha milik rekan ini dipercayakan 100% ke saya. Mulai jualan mebel enceng gondok tahun pertama kirim 3 kontiner, tahun kedua 12 kontiner.. tahun ketiga 36 kontiner.. tahun keempat 108 kontiner. Alhamdulillah sampai sekarang rata-rata sebulan sekarang 7 sampai 10 kontiner, dengan 150 an karyawan yang membantu saya..”

Wow!! Gak harus jadi sarjana mengelola usaha eksport seperti in..

Lalu hasilnya?

“Alhamdulillah Gusti Allah menolong saya lantaran enceng gondok Mas, bisa pergi haji.. bisa wakaf.. bisa ngumrohke orang tiap tahun.. bisa keliling Eropa dan Asia juga karena enceng gondok.. saat ini pembeli paling banyak dari Jepang dan Chile mas”

Sepanjang bercerita wajahnya selalu tersenyum cerah tanpa beban, benar kan.. dia gak punya utang ke bank!

Apa sih visi hidupmu mas Wantik?
“Hidup hanya sekali harus banyak. membawa manfaat untuk orang banyak.
Yang dari dulu dan terus aku kejar adalah seperti pesan Kanjeng Nabi Muhammad mas, mempunyai 3 perkara yg pahalanya terus mengalir..
1. Anak shalihah, alhamdulillah anak pertama kemarin September sudah hafidzah. Insya Allah besok disusul adik-adiknya
2. Jariyah, dengan wakaf tanah untuk yayasan. Insya Allah segera disusul bangun masjid.
3. Ilmu manfaat, sehingga menulis buku, saya terbitkan sendiri dan saya dibagi-bagi free!”

Masya ALLAH!
Umur baru 45 tahun, mengelola bisnis sukses, gak punya utang, punya anak perempuan 3 penghafal Quran semua bonus 1 masih bayi, dan hobi sedekah.. bukan hobi mancing! Hehe

Apa rahasianya kok hidupmu seperti diberkahi ALLAH mas?

“Kuncinya harus mau rutin sedekah yang bikin hati deg-degan!! Karena saldo kadang mepet.. anehnya setelah itu ALLAH mengatur jalannya rejeki datang lagi bertubi-tubi. Kunci lainnya mas.. BANGUN TIDUR KU TERUS MANDI!”

Eh apaan itu?

“Sudah 10 tahun setiap bangun tidur satu jam sebelum subuh saya selalu mandi mas. Saya memantaskan diri menghadap Allah dengan raga yang bersih.. “

Allah... kok saya merinding..

“Saya datang ke sini pengen berbagi buku terbaru saya mas ‘Semua Orang Bisa Naik Haji’ untuk kawan-kawan facebook mas Saptuari. Buku ini tidak ada di toko buku mas, saya cetak dengan uang sendiri, dari 1000 buku masih 400 an, dan insya ALLAH saya cetak ulang.. saya bagi gratis kemana-mana semoga dapat pahala jariyahnya..”

Wahai para pemburu ilmu.. ada kesempatan di depanmu, mas Wantik membuka diri untukmu. Kamu mau bukunya bisa WA mas Wantik di ‭0812 2652130‬, tinggal kamu bayar sendiri ongkis kirimnya. Buku gratisss cukup bayar dengan doa..

Satu lagi orang baik saya kenal.. bikin iri luar dalam, semoga kelak hidupmu juga bermanfaat untuk sesama, dan aku mau jadi pendengarnya..

Salam,
@Saptuari
Group Facebook : Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

_______________________________

BANGUN TIDUR KU TERUS MANDI
tulisan: Mas Wantik

🎶🎶
Bangun tidur ku terus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
. . . . . . .

Saya yakin kita semua hapal dan mampu melanjutkan lirik lagu anak-anak ciptaan Pak Kasur tersebut. Namun saya juga tidak yakin, kita mampu melakukannya setiap pagi.

Mandi waktu fajar atau sebelum Subuh tiba, amatlah banyak keistimewaannya. Tidak hanya bagi kesehatan, lebih dari itu, soal tata krama dan sopan santun. Apa hubungan mandi pagi dengan tata krama? Tenang, tata krama yang saya maksud di sini adalah tata krama ketika kita hendak Tahajud atau qiyamul lail.

Apa yang kita lakukan ketika hendak pergi ke kantor atau menghadiri undangan resepsi pernikahan? Tentulah mandi yang bersih, memakai baju yang bagus, dan tak ketinggalan menyemprot badan dengan minyak wangi.

Sebegitu antusiasnya kita memantaskan diri kita kala hendak bertemu teman, handai tolan atau keluarga kita. Bagaimana ketika kita akan berdialog langsung dengan Allah? Bukankah sholat adalah dialog tanpa perantara kita dengan Allah? Kebanyakan kita masih suka tampil ala kadarnya. Bangun tidur langsung ambil wudlu dan sholat dengan pakaian yang sama kita pakai tidur tadi.

Berangkat dari pemahaman tersebut, saya mulai membiasakan diri untuk bersegera mandi begitu bangun tidur. Mandinya pun seperti mandi wajib saat junub; semua anggota badan dibasuh. Apa tidak dingin? Sama sekali tidak; justru sangat segar. Bisa dicoba cukup 3 atau 4 hari berturut-turut. Setelah itu, segarlah yang kita rasakan.

Tidak terasa, kebiasaan ini saya pelihara sudah hampir 10 tahun berjalan. Rata-rata, saya bangun tidur 1 jam sebelum azan Subuh berkumandang. Sehabis mandi, masih sangat cukup waktu untuk melaksanakan beberapa sholat sunah, zikir, dan berdoa.

Waktu sepertiga malam adalah waktu paling istimewa dibanding waktu lainnya; golden time. Banyak yang mengetahuinya, namun tidak banyak yang mau dan mampu meraihnya.

Sering kita dengar, orang mengeluh sedang punya masalah menggunung. Ia punya cita-cita dan harapan tinggi. Ia merasa punya banyak dosa dan kesalahan. Namun ironisnya, ia enggan bangun tidur lebih awal.

Ia enggan mengadukannya kepada Sang Penggenggam Langit, Bumi, dan Seisinya ini. Padahal, Dialah yang memberi ujian dan Dia pula yang telah menyiapkan jalan keluarnya. Kenapa tidak antusias menghampiri-Nya?

Sabda Nabi Muhamamd SAW tentang keistimewaan sepertiga malam ini, "Tiap malam Allah turun ke langit dunia. Ketika tinggal sepertiga malam yang akhir, Allah berfirman, “Barangsiapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan perkenankan permintaannya. Dan barangsiapa yang meminta ampunan kepada-Ku, Aku akan ampuni dia.”

Sebenarnya, Allah selalu menunggu doa-doa, rintihan, dan tangisan kita. Sudah sepantasnya kita bergegas untuk mendatangi-Nya. Nah, diperlukan persiapan yang baik ketika kita hendak berdua-duaan bersama Alllah.

Masih sering saya lihat kebiasaan banyak orang yang kurang baik ketika melakukan sholat. Khususnya, Sholat Tahajud atau Subuh. Begitu bangun tidur, banyak yang langsung mengambil air wudhu. Boro-boro mandi, menggosok gigi pun tidak. Pakaiannya pun kadang sama dengan yang dipakai untuk tidur.

Astagfirullah. Sangat kurang menghormati-Nya. Sangat bertolak belakang dengan ketika kita hendak menghadiri acara resepsi atau ketika hendak pergi ke kantor, di mana semua berlomba tampil all out, sebagus mungkin.

Selama ini, kita masih sering mengalami kesulitan hidup. Hati-hati, bisa jadi, selama ini doa dan hajat-hajat kita tak didengar-Nya. Apa penyebabnya? Tentu beragam kemungkinannya. Bisa jadi karena makanan, minuman, dan pakaian yang kita kenakan adalah hasil dari usaha yang tidak halal.

Bisa jadi juga, karena kekurangsopanan secara fisik dan berpakaian yang saya uraikan di atas.

Waspadalah!

TRAKTIRAN DIAM-DIAM...

TRAKTIRAN DIAM-DIAM...

Pernah waktu itu saya sedang makan di sebuah rumah makan di daerah Demangan Jogja. Pengunjung ramai sekali, sambil menunggu pesanan saya lihat sekeliling, eh ada kawan saya.. mbak Dosen Ekonomi UGM itu melambaikan tangan. Saya mendekati mejanya, ngobrol sebentar, terus kami malanjutkan makan di meja masing-masing. Dia pamit duluan, saya masih menyelesaikan sesuatu sampai 15 menit kemudian saya menuju kasir untuk membayar, ketika saya sudah mengeluarkan uang, kasir di depan saya ngomong:
"Sudah dibayar mas oleh mbak yang duduk di meja sana tadi..."
Saya bengong, rejeki nomploxx!! Sorenya ketika saya SMS dia mengucapkan terima kasih untuk traktirannya, dia hanya membalas singkat..
"Hehe.. Aku belum pernah nraktir dirimu kan mas.."

Lain hari saya dengan istri sedang makan di sebuah rumah makan ramai di Jalan Kaliurang Jogja, ketika masuk lewat di antara meja-meja itu, laah ketemu sama kawan saya juga, suami istri pemilik bisnis rumah makan di seantero Jogja. Kami ngobrol sebentar lalu berpisah meja. Setengah jam berlalu mereka pamit, melambaikan tangan dari jauh. Giliran kami selesai, melangkah menuju kasir di dekat pintu keluar.
"Berapa mbak? Meja nomor 17.."
"Sudah dibayar pak oleh ibu yang duduk disini tadi dengan suami dan anaknya.."
"Ooooh... Yayaya trims ya!"
Istri saya yang gantian bengong.
Ketika saya BBM waktu itu untuk mengucapkan terimakasih, jawabannya nyaris sama: "sekali-kali nraktir dirimu mas, hehe.."

Kawan saya tinggal di Sragen, pernah bangkrut dengan hutang 6 milyar berbisnis restoran ayam goreng di Bogor. Dia memilih pulang kampung, memulai bisnisnya lagi dari sebuah warung yang kecil. Orang ini pun unik, punya kebiasaan dalam seminggu bisa 3 hari membagi-bagikan nasi bungkus di pagi hari. 40 bungkus sampai 100 bungkus dia masak sendiri, terus dia berkeliling di pagi hari mencari tukang becak, tukang sampah, bakul pasar, simbok-simbok yang ada dipinggir jalan, bahkan pengemis dan orang gila dia bagi semua..
Waktu berlalu, 5 tahun kemudian usahanya bangkit kembali. Hutangnya lunas, warungnya menjelma menjadi restoran di banyak tempat bahkan di luar kota. Ramainya luar biasa..

Merekalah orang-orang kaya sesungguhnya, mereka memberi tanpa perlu basa-basi, action tanpa perlu banyak mikir, berbagi tanpa perlu ngitung sana-sini..

Sebuah kebaikan pasti Allah balas dengan kebaikan, Allah yang akan mengatur jalannya hingga kebaikan itu kembali kepada kita..

Kita tidak pernah tau, dari mulut siapa doa kita dikabulkan. Saya membayangkan orang-orang yang lapar di pagi hari itu pasti sangat bersyukur mendapatkan makanan yang akan jadi tenaga menjalani hari itu.. Pengobat sakit perut yang melilit..

Dari mulut mereka ada doa-doa yang terucap sederhana: "ya Allah, balaskan rejeki orang yang memberikan makan padaku pagi ini.. Berilah kesehatan, panjangkan umurnya, mudahkan semua urusannya.."
Atau jika doa itupun di dalam hati, Allah tetap  mengetahui..

Bayangkan, ada 40 orang bahkan 100 orang yang mendoakannya pagi itu, membuat pintu langit terbuka dengan ketukan doa-doa, lalu Allah menaburinya dengan rahmat dan keberkahan dalam hidupnya..
Allah kirimkan malaikat untuk mengawalnya.. Menjaganya dari keburukan, kecelakaan, kesulitan..

Ambil kaca.. Bagaimana dengan kita?
Mungkin kita masuk golongan orang yang medit dan pelit? Ketika makan bersama kawan-kawan memilih mengeluarkan dompet belakangan, sambil melirik kiri kanan, berharap ada yang duluan membayarkan.. Hehe
Ketika ada yang membayari, dalam hati langsung teriak... "Yesss!!! Ngirit lagi!!"
sekali berhasil, berikutnya terulangi, jadi kebiasaan tiap makan bareng, punya uang tapi mendadak kere, sepertinya dompet dipasang lem disaku belakang..

Ada juga yang lapar dan berburu makan gratisan. Cukup bermodal baju batik, dan amplop kosong, menyelinap diantara tamu resepsi pernikahan. Cukup mengisi nama abal-abal di buku tamu, senyum sedikit kesana-sini, masuk dan berbaur dengan para tamu, semua makanan harus diserbu. Aah tak perlu lah salaman dengan pengantin itu, toh mereka juga tidak tau..

Ayooo kita ambil kaca lagi, aaah.. Saya termasuk golongan yang mana yaaa?
Saya bermental kaya? Atau saya ternyata masih mental miskin seutuhnya..

Salam, @Saptuari
Facebook groups : Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

ILMU PASRAH

ILMU PASRAH...
Hari ini saya belajar ilmu pasrah pada jenazah yang saya sopiri..
Ketika keluar dari RS Sardjito Jogja menuju rumah duka, saya tidak menyalakan sirene terus, Jogja masih terlalu pagi untuk diributkan dengan bunyi sirene, di tiga perempatan ringroad saya memilih mematikan sirine.. Menunggu 1-2 menit lampu merah menjadi hijau baru jalan lagi, jenazah itu pasrah gak komplain untuk buru-buru..

Ketika masuk jalan yang berbatu, ambulance berguncang, badan kami menahan gaya beban, jenazah itu tetap tenaaang telentang di kursi belakang, pasraaah..
Saya yakin kalo AC mobil pun saya matikan, dia tetap tidak komplain seperti penumpang taksi.. Pasraah saja..
Ketika jenazah diturunkan dari ambulance, disambut ibu-ibu yang akan memandikan, jenazah itu juga pasrah, baju dilucuti, aurat terlihat, pasrah tanpa perlawanan...
Selanjutnya jenazah dikafani, memakai baju kebesaran untuk menghadap Tuhan, pun tidak bisa menolak.. diam.. pasraah.. Sampai nanti ditimbun tanah, dan ditinggalkan sendirian..

Jadi jenazah itu level pasrah paling tinggi manusia, dah gak bisa ngapa-ngapain, dah gak bisa komplain..

Selama dijidat masih masih labelnya manusia hidup! Hati ini gampang sekali panas, lelah, jenuh, maunya protes dan komplain terus, dan setan di kanan kiri nyalain kompornya biar makin panas..

Entah sudah berapa puluh kali saya menerima curhatan seperti ini,
"Mas Saya sudah melakukan seperti yang mas Saptu suruh, sholat sudah tepat waktu, tapi bantuan dari Allah tak kunjung datang.. Rasanya saya pengen nambah hutang di tempat lain biar debt colector itu gak datang-datang lagi.."

"Mas, saya capek.. Kayaknya doa saya gak dikabulkan Allah, ibadah sudah saya geber, tapi hutang saya tetep gak lunas-lunas, sampai saya bosan sendiri.."

"Mas Saptu mas enak nulis kayak gitu, hidup itu gak semudah c*oc*otnya para entrepreneur, buat kami yang jadi karyawan, gaji aja pas-pasan buat hidup! Kalo gak ngutang kapan saya bisa punya barang.."

Dan masih banyak keluhan lainnya..
Saya jawabnya enteng saja: "dulu kita ini nunda sholat bertahun-tahun, ibadah bolong-bolong belasan tahun, baru taubat dua bulan sudah ngeluh.. Baru sholat tepat waktu sebulan aja dah nuntut banyak ke Allah.. Emang kita ini gak punya malu ya bro!"

Atau saya jawab begini:
"Coba intropeksi dialog dengan hatimu, mungkin selama ini yang dicari masih solusi, bukan ampunan Allah. Sholat tepat waktu, tapi fokusnya tetap bebas dari debt colector, bukan fokus ke ampunan Allah.. Visinya dah beda, jadinya malah sholatnya gak khusuk, karena wajah debt colectornya yang terus terbayang.."

Ilmu pasrah itu, ketika kita sudah menyerahkan total masalah kita ke Allah... "Wiss pokoke nderek panjenengan duh Gusti Allah.. Manuuut mau apakah saja! Toh aku ini hanya hambaMu, dan Engkau adalah SATU-SATUNYA Tuhanku.. "
Kalau tidak minta dan pasrah PadaMu ya Allah, aku ini mau minta pada siapa?
Dukun berambut gimbal?
Batu sesembahan tanpa kolor?
Punden Berundak?
Sarkofagus?
Karpet ajaib dari pedagang Gujarat?
Fosil Dinosaurus berkawat gigi?
😁😁

Tetangga saya 12 tahun belum dikaruniai anak, berobat sudah kemana saja.. Ketika memilih pakai ilmu pasrah, doanya makin digenjot tekun, gak lagi itung-itungan 1-2 bulan protes, langsung mbrojol anak lelaki kembar, setahun kemudian lahir 1 lagi anak perempuan..

Tetangga saya yang lain sebelum nikah sudah divonis dokter, "istrimu ini punya kelainan, kalian akan susah punya anak.."
"Wah, dokter ngomong kayak gitu aku panas mas, aku tetep nikah, tiap berdoa aku nangis-nangis, aku pasrahkan Allah totalan yang punya pabrik anak.. Lah, enam bulan kemudian istriku hamil, anakku sekarang sudah dua malah.."

Atau yang ini, hutang kartu kreditnya sudah membuatnya muak! Ingin rasanya berontak!
Dengan gagah perkasa dia datang ke bank, sambil ngomong:
"Pak, saya ini sudah bangkrut sebangkrutnya, bapak mau mutus urat nadi saya pun gak ada keluar duitnya! Mau bapak kirim 10 debt colector pun ke rumah tiap hari saya pasrah.. Terserah deh mau diapain aja, silahkan bongkar isi rumah saya, kalau perlu kita umumkan di masjid biar seluruh warga kampung tau dan jadi saksinya.."
Akhirnya malah pihak bank melunak, dibuatkan surat untuk melunasi pokok hutangnya saja, gak ada beban bunga yang ditagihkan.. Wiss ngenessss bank-nya, daripada harus mutus urat nadi orang.. Hehe

Begitulah ilmu pasrah, ketika menyerah, dah angkat tangan pada ketentuan Allah,
justru nanti ketika hati sudah lossss..
Sudah gak ada beban...
Sudah gak kemrungsung..
Sholatnya jadi lebih khusuuuk..
Saatnya Ampunan Allah datang, dan semua masalah akan ketemu solusinya..
Min haitsu la yahtasib (dari jalan yang tidak disangka-sangka)

"Dan MINTALAH pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.."
[QS Al Baqarah: 45]

Selamat pasrah..
Salam, @Saptuari
Group Facebook : Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

ILMU CARI REJEKI

BEGINI CARA BISNIS KULINER BERTAHAN DI MASA RESESI!! Oktober ini berarti sudah 7 bulan pandemi mendera, entah sudah berapa kawan...